vimax obat pembesar penis
iboqq-728x90
vimax-asli-canada
Bandar Q bandar poker bandar poker

Bandar Bola
vimax
resizedimage-phpayoqq resizedimage-phpagenqq
Home » Cerita Sex Perkosa » Cerita Dewasa: Dekapan Nikmat Sekretaris Desa

Cerita Dewasa: Dekapan Nikmat Sekretaris Desa

Alt/Text Gambar

Orisex web dewasa yangg berisikan cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa “Cerita Dewasa: Dekapan Nikmat Sekretaris Desa” terbaru hot 2016 – Diantara rombongan itu, Nina adalah gadis yg paling pendiam. Sifatnya itu membuat dirinya terlihat begitu anggun dan berwibawa, tanpa terkesan angkuh. Padahal kalau mau jadi angkuhpun orang menganggap hal itu tdk terlalu berlebihan kerena Nina punya semua hal yg bisa dibanggakan.

cerita sex perkosaCerita Dewasa: Dekapan Nikmat Sekretaris Desa

Nina adalah anak dari seorang pengusaha kaya, selain itu dia sendiri juga sangat cantik. Wajahnya yg bulat telur ditambah hidungnya yg mancung menegaskan kecantikannya yg tdk kalah jika dibandingkan dgn artis sinetron atau seorang model.-cerita sex perkosa– Yg paling disukai dari diri Nina adalah matanya yg sangat bening dan bercahaya dan giginya yg gingsul di sebelah kiri yg jika tersenyum akan menampakkan deretan gigi yg seputih mutiara. Rambutnya yg hitam legam dimodel shaggy sebatas pungung, bisanya selalu dibiarkan tergerai.

Sore itu, Nina terlihat segar setelah mandi. Tubuhnya yg langsing tapi padat setinggi 167 cm terlihat seksi terbalut baju berleher rendah lengan panjang warna biru muda. Kakinya yg sekal terbalut celana jins ketat biru.

Cerita sex terbaru, Rapi amat, tegur salah satu teman pria satu pondokannya. Mau pergi ke mana?

Nina menoleh sesaat menatap temannya.

Mau ke tempatnya sekretaris desa. Jawab Nina ringan. Soalnya tadi siang aku mau ngambil data di balai desa tapi datanya disimpan sama Sekdes itu.

Kalau gitu kamu bawa kunci nih. Temannya melemparkan sebuah kunci pintu. Soalnya semua juga pada pergi sampai besok. Jadi malam ini kamu sendirian di sini.

Sendiri? Nina keheranan. Kalian pada mau kemana?

Ada urusan ke kota sebentar. Jawab temannya sambil tersenyum. Nggak lama kok. Jadi jangan takut ya tidur sendiri.

Nina mencibir sambil berlalu, diiringi tawa kecil temannya. Dia bergegas pergi sebelum hari menjadi gelap, dia tahu kalau hari sdh gelap akan sulit baginya untuk pulang. Dia berjalan dgn agak tergesa-gesa. Beberapa penduduk yg menyapanya hanya dibalasnya sekilas.

Cerita dewasa terbaru, Rumah Sekretaris desa sebenarnya tdk terlalu jauh dari pondokan KKN tempatnya menginap. Tapi rumah itu menjorok ke dlm ditutupi oleh kebun dan pohon yg sangat lebat membuatnya tdk terlihat dari jalan. Apalagi rumah itu juga terpisah agak jauh dari rumah yg lain. Masuk ke pekarangan tumah itu membuat Nina serasa masuk ke sebuah pemakaman tua. Bau daun lembab terasa begitu kental di sekitarnya. Saat melangkahkan kakinya di atas tanah yg tertutup daun-daun kering itu sebenarnya perasaan Nina sdh mulai tdk enak. Dlm hatinya dia menyesal kenapa dia harus ke rumah seseram ini seorang diri, tapi Nina juga tdk dapat menyalahkan teman-temannya.

Nina berdiri ragu-ragu di depan rumah itu. Rumah separo kayu separo batu itu terlihat kusam dan tua. Lumut yg tumbuh di tembok-temboknya makin mengesankan kalau rumah itu mirip sekali dgn pemakaman tua seperti yg biasa dilihatnya dlam film-film horor.

Nina mengetuk pintu rumah yg terbuat dari lembaran kayu kokoh itu beberapa saat. Tak berapa lama pintu itu terbuak. Seorang pria tua berdiri di depan Nina. Pria itu bertubuh gemuk dan pendek, jauh lebih pendek dari Nina sehingga terkesan Nina berdiri bersama orang cebol. Kepalanya sdh nyaris botak, hanya sebagian rambut di dekat telinga saja yg masih ada, itupun semuanya sdh memutih. Sebuah kumis sebesar pensil melintang di wajahnya yg gemuk dan berminyak. Dialah Jaka, sekretaris desa.

Neng Nina kan..? kata Pria tua itu mengagetkan Nina yg dari tadi terkesima dgn penampilannya.

Eh.. iya Pak Jaka.. jawab Nina tergagap. Dlm hatinya Nina juga bertanya kenapa tiba-tiba dirinya dilanda kegugupan yg luar biasa.

Pak Jaka itu mempersilakan Nina masuk ke rumahnya. Nina tertegun menatap ruang depan tempat sekarang dia dan Pak Jaka duduk. Ruangan itu tdk terlalu besar, didominasi oleh meja dan kursi kayu tua yg sekarang mereka duduki. Tdk ada hiasan apa-apa di dinding rumah sebagian terbuat dari kayu itu, kecuali sebuah tengkorak kerbau besar dgn tanduknya yg sangat panjang melengkung mencuat ke atas.

Maaf ya Neng, rumahnya kotor. Kata Pak Jaka pelan. Soalnya istri sama anak saya pergi ke rumah orang tuanya, sdh seminggu lebih. Jadi saya sendirian di sini.

Nina hanya menjawabnya dgn O pendek karena tdk tahu harus ngomong apa.

Saya sdh siapkan semua Neng. Pak Jaka menunjuk ke tumpukan map dan kertas yg ada di meja. Sesuai dgn permintaan Neng Nina.

Pak Jaka lalu membuka map di depannya satu-persatu dan menyerahkannya pada Nina.

Yg ini data penduduk, yg ini data tanggal kelahirannya, yg ini data kepemilikan harta benda…

Pak Jaka memilah-milah kertas yg tadi tersusun rapi sehingga sekarang semuanya bertebaran di atas meja. Keduanya mulai terlibat pembicaraan serius mengenai data-data desa yg ada di meja.

Nina mendengarkan setiap penjelasan Pak Jaka dgn serius sambil sesekali menunduk melihat data yg dimaksudkan. Tanpa disadarinya, setiap kali dia menunduk, bajunya yg berleher rendah terjuntai ke bawah membuat sebuah celah lebar yg memungkinkan siapapun yg ada di depannya untuk melihat ke dlmnya. Pak Jaka tertegun tiap kali menatap apa yg ada di balik baju itu. Sepasang payudara putih mulus yg terbungkus BH warna putih tipis berenda begitu jelas terlihat menggantung seperti buah melon lunak yg siap dimakan.

Disengaja atau tdk, gejolak birahi Pak Jaka yg sdh seminggu lebih ditinggal istrinya mudik langsung melonjak tinggi membuat tubuhnya panas dingin dan gemetar. Celakanya, sampai sekian lama dipelototi, Nina tdk juga sadar kalau cara berpakaiannya membuat Pak Jaka blingsatan menahan dorongan seksualnya yg setiap saat siap meledak.

Nina sendiri kemudian mulai memperhatikan kalau pandangan Pak Jaka mulai tdk fokus lagi. Dilihatnya Pak Jaka kelihatan gelisah seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

Pak.. Nina menegur pelan. Pak Jaka nggak apa-apa kan?

Untuk beberapa detik Pak Jaka seperti melamun seoah pikirannya berada di tempat lain. Baru setelah Nina mengulangi pertanyaannya agak keras Pak Jaka langsung tersadar.

Eeh.. iya.. A.. apa tadi..? tanyanya gugup menyembunyikan keadaan dirnya yg sesungguhnya.

Bapak nggak sakit kan..? tanya Nina lagi. Dari tadi saya lihat Bapak gelisah sekali.

Eh.. tdk.. um.. yah.. Pak Jaka menjawab kebingungan. Memang.. tadi sih Bapak agak tdk enak badan. Jawabnya berbohong. Sesekali pandangannya melirik ke tubuh Nina.

Wh.. saya jadi nggak enak sdh mengganggu istirahat Bapak. Kata Nina.

Oh.. nggak.. nggak apa-apa kok Neng. Pak Jaka menjawab cepat. Saya senang bisa membantu Neng Nina. Katanya tenang meskipun pada saat yg sama, otaknya mulai sibuk memikirkan sebuah siasat. Maka setelah mambulatkan tekadnya, Pak Jaka berdiri dari duduknya.

Tunggu sebentar ya Neng, Bapak ambilkan minum dulu. Kata Pak Jaka sambil berlalu. Nina sempat mencegah, tapi Pak Jaka sdh terlanjur masuk ke ruangan sebelah dlm.

Hampir sepuluh menit lamanya Pak Jaka di ruangan dlm, terdengar suara berkelontangan seperti benda logam jatuh ke lantai. Pak Jaka kemudian keluar sambil membawa dua buah gelas berisi teh hangat yg masih mengepulkan uapnya.

Jadi ngerepotin nih Pak.. Nina tersenyum malu sambil menerima gelas yg disodorkan padanya.

Ah.. cuma air teh ini.. jawab Pak Jaka sambil tersenyum aneh. Diminum Neng.

Eh.. iya Pak.. kata Nina yg tdk menaruh curiga sedikitpun.

Dia memang sebenarnya sdh haus karena obrolan panjang lebar tadi. Diminumnya seteguk air teh dari gelasnya, rasa hangat mengalir di dlm tenggorokannya. Tanpa disadari, Pak Jaka tersenyum memandang setiap gerakan Nina. Nina kemudian minum beberapa teguk lagi membuat isi gelasnya berkurang separuh.

Mereka kemudian meneruskan membahas data-data desa, tapi perlahan Nina mulai merasakan ada yg salah dgn dirinya. Matanya sekarang mulai menjadi berat sekali, tubuhnyapun mendadak menjadi lemas dan pandangannya mulai mengabur membuat pemandangan yg ada di sekelilingnya menjadi bayangan abu-abu samar. Dlm keadaan itu, Nina sempat melihat Pak Jaka terenyum lebar padanya sebelum akhirnya Nina terkulai pingsan di meja.

Nina tdk tahu apa yg dilakukan oleh Pak Jaka di dlm. Pak Jaka, yg didorong oleh keinginan nafsu liarnya, mencampurkan obat tradisional yg tdk berbau dan berasa ke dlm minuman Nina. Pemandangan payudara Nina yg indah yg dilihatnya lewat kerah baju Nina yg menjuntai membuat dorongan seksualnya bangkit dgn sangat menggebu, hal itu yg membuatnya nekad melaksanakan rencana dadakan yg disusunnya dlm sekejap.

Perlahan Nina membuka matanya, kepalanya masih terasa berat, pandangannya masih kabur, membuatnya tdk bisa melihat dgn begitu jelas. Nina hanya merasa keadaannya sekarang menjadi tdk biasa. Dia merasa saat ini sedang terbaring terlentang di atas sesuatu alas yg agak keras, semacam kasur tua yg sdh tdk bisa menahan berat badan secara sempurna. Dirasakannya pula posisi tangan dan kakinya seperti terlentang ke empat arah yg berbeda.

Saat kesadarannya pulih sepenuhnya barulah Nina terkejut bukan main. Dia berada dlm sebuah kamar tertutup. Tubuhnya terbaring di atas sebuah ranjang kayu beralas kasur tua dgn posisi tangan dan kaki terpentang ke empat penjuru membuat tubuhnya seperti membentuk sebuah huruf X di atas kasur. Nina mencoba menarik tangan dan kakinya tapi tdk bisa.

Dia baru sadar kalau kaki dan tangannya diikat oleh seutas tali yg ditambatkan pada pingiran ranjang. Tali itu meregang kuat sekali merentangkan tangan dan kakinya sehingga membuat Nina nyaris tdk bisa bergerak. Nina perlahan merasakan hembusan angin seperti membelai langsung pada kulit pahanya. Seketika dia menjerit. Celana panjangnya ternyata sdh lepas dari kakinya. Dia hanya memakai baju longgar dan pakaian dlm.

Nina meronta kuat-kuat mencoba menarik tali yg mengikat tangan dan kakinya, tapi sia-sia, tali itu terlalu kuat untuk tenaganya yg terbatas.

TOLONG! Nina menjerit sekuat tenaga.dgn harapan ada yg akan datang menolongnya. TOLONG! Nina kembali berteriak sekuatnya sampai tenggorokannya seakan pecah. To…… Sekali ini teriakan Nina berhenti di tengan jalan ketika dilihatnya Pak Jaka masuk ke kamar dan menutup pintunya pelan nyaris tanpa suara.

Eh.. sdh bangun ya Neng.. katanya seolah tdk terjadi apa-apa pada Nina.

Apa maksudnya ini Pak..? Kenapa saya dibeginikan..? Nina bertanya dgn nada bergetar. Rasa takut mulai menjalari tubuhnya membuat badannya gemetar.

Pak Jaka dgn santainya duduk di tepi ranjang tepat di samping Nina.

Tdk apa Neng, Bapak tdk akan menyakiti Neng Nina kalau Neng Nina tdk melawan. Kata Pak Jaka kalem sambil menyeringai seperti seekor srigala lapar menghadapi mangsanya. Bapak cuma minta sesuatu dari Neng Nina.

Tubuh Nina seperti disengat listrik, Pak Jaka berkata demikian sambil membelai-belai pahanya yg putih dgn gerakan lembut, seolah sangat menikmati setiap jengkal kulit paha Nina yg mulus.

Jangan Pak.. jangan.. atau saya akan teriak. Nina mencoba mengancam.

Teriak saja Neng. Bapak tdk keberatan kok.. Pak Jaka berkata kalem. Tapi Bapak yakin tdk ada yg mendengar Neng teriak.

TOLONG! Nina melaksanakan ancamannya. TOLONG SAYA!

Tapi setelah berkali-kali berteriak sampai serak, tdk ada sesuatupun yg terjadi, tdk ada yg datang untuk menolongnya. Jangankan manusia, hewanpun tdk ada yg lewat di sekitar situ. Nina makin putus asa. Benar kata Pak Jaka, sampai suaranya habis tdk ada satupun yg menolongnya. Perlahan Nina mulai tegang dan ketakutan, air matanya meleleh karena putus asa.

Benar kan Neng.. tdk ada yg dengar.. kata Pak Jaka penuh kemenangan. Saya ini Sekretaris Desa Neng, orang kedua setelah Pak Kades, jadi saya punya pengaruh di sini, warga di sini tahu siapa saya, karena itu mereka tdk akan berani ikut campur apapun yg terjadi di rumah saya.

Kata-kata itu bagai vonis kematian bagai Nina. Ketakutannya makin menjadi-jadi, dia makin putus asa sehingga tdk bisa lagi berpikir jernih.

Jangan Pak.. Ampun… jangan sakiti saya. Nina hanya bisa menohon dgn nada memelaskan.

Bapak kan sdh bilang Neng, kalau Neng menurut, Bapak nggak akan menyakiti Neng. Kata Pak Jaka sambil pelan-pelan membelai rambut dan wajah Nina. Bapak sdh seminggu lebih ditinggal istri Neng, Bapak cuma minta Neng mau Bapak ajak begituan. Katanya sambil menunjuk ke arah selangkangan Nina.

Jangan Pak.. Jangan.. Jangan lakukan itu.. saya mohon.. Nina menangis sejadi-jadinya. Tapi Pak Jaka yg sdh kehilangan akal sehatnya makin tdk sabar menghadai Nina yg melawan.

Maka dia segera naik ke atas ranjang. Dgn gerakan pelan dia mulai membuka kancing baju Nina satu persatu dan menyingkapkannya ke samping. Seketika itu payudara Nina yg masih terbungkus BH putih tipis mencuat menggemaskan. Nina terbaring dgn tubuh hanya tertutup BH dan celana dlm tipis.

Ohh.. pentil yg baguss.. kata Pak Jaka tanpa menghiraukan tangisan Nina. Perlahan diremasnya payudara Nina dari luar. Nina menegang merasakan sentuhan tangan Pak Jaka yg kasar pada kedua belah payudaranya. Selama ini hanya pacarnya saja yg pernah menyentuh payudaranya. Sekarang seorang tua buruk rupa dan tdk tahu diri yg melakukannya.

Ohhh.. pentil yg lembut. Ujar Pak Jaka dgn ekspresi begitu menikmati setiap jengkal payudara Nina. Lalu tangannya merogoh ke dlm mangkuk BH Nina dan meremas payudara itu dgn lembut.

Oohh…. Nina merintih lirih saat tangan Pak Jaka benar-benar menyentuh payudaranya. Sebuah sensasi menyenangkan segera menjalari tubuhnya yg menegang.

Ohh.. lembut sekali.. Pak Jaka mengomentari payudara Nina. Mimpi apa ya semalam, bisa dapat pentil sebagus dan selembut ini? gumamnya tdk jelas. Nina hanya bisa menangis mendapat perlakuan buruk itu. Remasan tangan Pak Jaka pada payudaranya terasa menyakitkan, tapi herannya Nina juga merasakan sebuah perasaan aneh. Perasaan yg mengatakan sentuhan tangan ini berbeda dgn sentuhan tangan pacarnya, karena itu meskipun mulutnya menolak, tapi tubuh dan pikirannya berkata lain. Perasaan itulah yg menyebabkan Nina membiarkan perlakuan Pak Jaka pada payudaranya.

Ohh.. sekarang kutangnya dibuka ya Neng.. kata Pak Jaka pelan. Nina hanya diam saja mendengarnya. Sebagian pikirannya sdh mulai dirasuki nafsu birahi yg perlahan meninggi. Melihat hal itu Pak Jaka makin bersemangat, dgn satu sentakan kasar, BH Nina ditariknya sampai putus. Sekarang payudaranya mencuat telanjang, begitu putih, mulus dan kenyal siap untuk dinikmati oleh Pak Jaka.

Ohhh.. Pak Jaka terpesona mengagumi bentuk payudara Nina yg indah. Ini baru yg namanya pentil.. sdh montok, putih, mulus pula.. Lalu pelan-pelan dirabanya kedua belah payudara mulus itu, kemudian dgn gerakan seperti orang mencuci baju, payudara Nina diremasnya dgn kekuatan penuh.

Ahhk.. Nina menegang, tubuhnya melengkung ke atas membuat payudaranya makin membukit, hal itu tdk disia-siakan oleh Pak Jaka, dia makin gencar meremas-remas payudara Nina.

Lalu pelan-pelan giliran bibirnya yg berkumis tebal yg maju, dgn gerakan lambut, dijilatinya kedua puting payudara Nina dgn lidah dan bibirnya, sesekali dikulumnya puting payudara itu seperti gerakan bayi yg minum susu ibunya. Gerakannya sangat lembut membuat Nina terlena. Perlahan desahan nafasnya mulai tdk teratur, gerakannya juga mulai liar. Beberapa kali Nina melenguh penuh perasaan saat bibir Pak Jaka mengulum puting payudaranya.

Perlahan Pak Jaka mulai mengarahkan sentuhan tangan dan bibirnya ke bagian bawah tubuh Nina menyusuri perut Nina yg licin dan berhenti di selangkangan Nina yg terkuak lebar. Perlahan digosoknya begian selangkangan Nina dgn jarinya, sentuhan jari pada bibir meqinya membuat Nina menjerit tertahan.

Bapak pingin tahu nih gimana sih bentuknya tempik cewek kota. Maka dgn gerakan kasar, Pak Jaka merobek celana dlm Nina, celana itu sangat tipis dan nyaris transparan sehingga tdk perlu tenaga besar untuk merobeknya. Skeran Nina sdh sempurna bertelanjang bulat.

Uoohh.. Pak Jaka terpana melihat belahan bibir meqi Nina yg masih sempurna, tdk ada sedikitpun rambut di sana karena Nina rajin mencukur rambut kemaluannya. Tempiknya bagus bangeet.. Neng pasti belum prnah ngentot ya.. tempiknya masih bagus nih..

Nina menggeleng ketakutan, dia memang belum pernah melakukan hubungan badan. Paling jauh, dia dan pacarnya yga melakukan petting, itupun masih dgn celana dlm terpasang.

Belum pernah ngentot? Kalau bagitu bapak beruntung bisa memperawani cewek kota yg secantik Neng. Kata Pak Jaka dgn senyum puas. Dia lalu menunduk menempatkan wajahnya tepat di depan liang meqi Nina yg terbuka. Matanya menatap tajam kearah kemaluan yg sdh basah itu, hembusan nafasnya makin terasa bersamaan dgn wajahnya yg makin mendekat.

AahhhPak ! desahan halus keluar dari mulut Nina saat Pak Jaka menyapukan lidahnya pada bibir kemaluannya. Gerakan lidah Pak Jaka seperti ular yg menggeliat menyabu seluruh permukaan bibir meqi Nina. Nina merintih merasakan tubuhnya seperti didesak oleh kekuatan dari dlm, seperi gunung berapi yg tersumbat. Hal itu membuatnya makin tdk terkendali, desahannya sdh berubah dari desaha ketakutan menjadi desah nikmat.

Lidah Pak Jaka semakin liar saja, sadar kalau korbannya sdh mulai goyah, kini lidah itu memasuki liang meqi Nina dan bertemu dgn klitorisnya. Badan Nina bergetar seperti tersengat listrik dgn mata merem-melek Bukan saja menjilati, Pak Jaka juga memutar-mutarkan telunjuknya di liang itu, sementara tangan lainnya mengelusi paha dan pantatnya yg mulus.

Permainan mulut Pak Jaka pada daerah yg paling pribadinya itu mau tdk mau membawa perubahan pada dirinya. Geliat tubuhnya sekarang tdk lagi menunjukkan perlawanan, dia nampak hanyut menikmati perlakuan Pak Jaka, hati kecilnya menginginkan Pak Jaka meneruskan aksinya hingga tuntas. Dibawah sana Pak Jaka makin meningkatkan serangannya menjilat dan mengisap meqinya.

Mmmhhtempiknya Neng emang hebat banget, rajin dirawat yah ? gumam Pak Jaka ditengah aktivitasnya. Nina tdk mendegarkan ocehan Pak Jaka, seluruh perasaannya kini tertumpah pada sensasi yg didapatkannya dari perlakuan Pak Jaka. Sepuluh menit kemudian, tanpa dapat ditahan lagi cairan pelumas membanjir keluar dari meqinya diiringi erangan panjang, tubuhnya menggelinjang dan menegang tak terkendali.

AHHHKKHHH… di iringi jeritan tertahan, Nina mengalami orgasmenya yg pertama, perasaannya bagaikan gunung berapi yg sumbatnya telah lepas, meledak dgn begitu dahsyat melontarkan apa yg sedari tadi ditahannya.

Tubuh Nina kembali lemas dgn nafas terengah-engah, sensasi orgasmenya benar-benar membuat tubuhnya seperti melayg di angkasa. Melihat itu Pak Jaka makin yakin kalau Nina sdh sepenuhnya ada di dlm genggamannya. Maka dia mulai membuka pakaiannya sampai telanjang, dn k0ntolnya yg sedari tadi memang sdh menegang sekarang mengacung begitu sangar di hadapan Nina. Perlahan Pak Jaka mulai menindih tubuh mulus Nina yg basah olah keringat.

Aroma parfum mahal yg dipakai oleh Nina membuat nafsu Pak Jaka makin menggelora. Perlahan diciumnya bibir Nina dgn lembut beberapa kali, lalu dipeluknya tubuh mulus itu sambil berusaha mendesakkan k0ntolnya di kemaluan Nina.

Oohhh….. Nina merintih menahan nyeri saat k0ntol besar itu menyeruak ke dlm kemaluannya yg sempit, demikian juga Pak Jaka meringis menahan sakit merasakan k0ntolnya tergesek dinding meqi Nina. Dgn beberapa kali gerakan tarik dorong yg keras maupun lembut, k0ntol itu akhirnya terbenam seluruhnya di dlm meqi Nina. Mata Nina sdh basah oleh air mata, tangisan yg disebabkan rasa putus asa, nyeri, dan ketdkberdayaannya dlm pelukan seorang pria tua.

Ohh.. masuk juga akhirnya.. Pak Jaka mendengus lega. Gila, tempiknya Neng Nina seret banget lho..

Lalu Pak Jaka mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur, mula-mula pelan, tapi setelah beberapa saat setelah dirasakannya meqi Nina terbiasa menampung k0ntolnya, gerakan Pak Jaka makin teratur, Meqi Nina yg masih sempit mulai licin dan lancar meskipun masih sangat menjepit. Pak Jaka melakukan persetubuhan dgn gerakan yg liar, kadang pelan dan lembut, kadang kasar dan sangat cepat seperti dikejar setan.

Gerakan-gerakan liar itu membuat Nina makin tersapu oleh sensasi liar di dlm tubuhnya. Setelah mengalami orgasme, desakan seksualnya menjadi makin liar mambuatnya terlihat sangat menikmati persetubuhannya dgn Pak Jaka.

Setelah hampir sepuluh menit mereka bersatu, Nina tdk tahan lagi, dorongan nafsu seksualnya sdh mangalahkan akal sehatnya, diapun mengerang dan mendesah seirama gerakan k0ntol Pak Jaka yg menggenjot meqinya.

“AAAAhhhhhh..”, Nina mengerang keras, dia kembali mengalami orgasme, meskipun tdk sehebat yg pertama, tapi cukup kuat untuk membuat meqinya berdenyut kencang. Pak Jaka merasa k0ntolnya seperti dicengkeram tangan baja yg membetotnya seperti mau dicopot dari badannya. Sensasi jepitan meqi Nina yg begitu kuat membuatnya tdk tahan lagi.

AAAAhhh mau keluar nih, aaaahhhhh Bapak mau keluar nih..” erang Pak Jaka kuat-kuat, dijambaknya rambut Nina, lalu dgn satu dorongan terakhir yg membuat k0ntolnya membenam total di dlm meqi Nina, Pak Jaka melepaskan orgasmenya, menyemburkan sperma yg begitu banyak ke dlm rahim Nina.

Tubuh-tubuh telanjang itu terkulai lemas saling bertumpuk, menciptakan pemandangan yg sangat menggairahkan dimana sosok Nina yg putih mulus dan bagitu ramping ditindih oleh tubuh gendut dan hitam Pak Jaka.

Setelah puas mereguk kenikmatan birahi dari tubuh Nina yg sexy itu, Pak Jaka kemudian bangkit dari ranjang. Diliriknya tubuh telanjang Nina yg terikat dan tergolek tanpa daya di ranjang. Pak Jaka tertegun sambil sekaligus senang ketika dia melihat bercak darah di sekitar selangkangan Nina. Berarti Nina memang benar-benar masih perawan sebelum diperkosa olehnya. Karena itulah Pak Jaka kemudian mencium kening Nina sambil berujar, Terima kasih Neng sudi memberikan keperawanannya sama Bapak.

Nina hanya bisa menangis mendengarnya, kesadarannya perlahan pulih, membuat dirinya merasa diperlakukan secara hina. Tapi dlm keadaan seperti ini, Nina benar-benar tdk sanggup melawan keinginan Pak Jaka. Pak Jakapun yakin kalau Nina tdk akan melawannya lagi, karena itulah dia memutuskan untuk melepaskan tali yg mengikat tangan dan kaki Nina. Nina sendiri tdk berbuat apa-apa meskipun dirinya sdh tdk terikat. Dia hanya bisa tergolek di atas ranjang, menunggu nasib selanjutnya.

Melihat tubuh yg mulus dan telanjang itu tdk berdaya di atas ranjang rupanya membuat birahi Pak Jaka kembali meninggi. Masih dlm keadaan bugil, Pak Jaka mengocok-ngocok k0ntolnya sendiri, lalu dia kembali menaiki ranjang. Ditariknya tangan Nina sehingga Nina sekarang tersimpuh di ranjang. Tiba-tiba Pak Jaka menyorongkan k0ntolnya yg setengah berdiri ke wajah Nina.

Sekarang Neng Nina tolong emut punya Bapak dong.. kata Pak Jaka sambil menyodorkan k0ntolnya yg hitam ke wajah Nina dgn gaya santai.

Nina menggelengkan kepalanya dgn ekspresi jijik melihat k0ntol yg legam itu seperti pistol yg menodong wajahnya.

Jangan takut Neng, entar juga enak kok.. kata Pak Jaka masih dgn gaya santai, seolah menyodorkan permen kepada anak kecil. Nina kembali meneteskan air mata menggeleng, hal itu membuat Pak Jaka tdk sabar, ditariknya rambut Nina sampai wajahnya mendongak, lalu digesek-gesekkannya k0ntolnya ke wajah Nina.

Nina pelan-pelan menurut, dibukanya mulut mungilnya dangan enggan, lalu seperti menelan permen besar, k0ntol Pak Jaka meluncur masuk ke mulutnya. Terasa ada cairan sedikit pada ujungnya, kemudian dihisap dan dikulumnya k0ntol itu dgn lembut, sesekali Nina mengocok-ngocok k0ntol itu dgn tangannya juga, lama kelamaan Nina mulai terbiasa dgn k0ntol Pak Jaka dan mulai dapat menyesuaikan diri, Nina menjilati samping-sampingnya hingga ke buah pelirnya, Nina bahkan memainkan ludahnya sedikit di k0ntol itu, kemudian Nina kembali memasukkan kepala k0ntol itu ke mulutnya. Pak Jaka mendesah merasakan kehangatan mulut Nina, sentuhan lidahnya memberi sensasi nikmat padanya.

Uuhhhgitu Neng, enakmmmm ! gumamnya sambil memegangi kepala Nina dan memaju-mundurkan pinggulnya. Nina merasakan wajahnya makin tertekan ke selangkangan dan buah pelir Pak Jaka yg berbulu lebat itu, k0ntol di dlm mulutnya semakin berdenyut-denyut dan sesekali menyentuh kerongkongannya.

Pak Jaka yg merasakan kehangatan dari bibir dan mulut Nina makin meledak, lalu dgn menahan kepala Nina diselangkangannya menggunakan kedua tangannya, dgn kasarnya Pak Jaka menggerakkan pinggulnya maju mundur sehingga k0ntol itu menggenjot mulut Nina.

Aggh..aggh… . suara Nina terdengar tersedak oleh k0ntol Pak Jaka. Tangan Nina berusaha menahan pinggul Pak Jaka agar tdk bisa memompa k0ntol besar itu ke dlm mulutnya. Tapi usaha Nina sia-sia saja, Pak Jaka dgn kuat mencengkeram kepala Nina dan mennyodok-nyodokkan k0ntolnya dgn kasar membuat Nina menggelepar berusaha untuk bernafas dgn baik

Sekitar sepuluh menit lamanya dia harus melakukan hal itu, sampai Pak Jaka menekan kepalanya sambil melenguh panjang. dirasakan sebelumnya. Pak Jaka masih terus menggenjotnya selama beberapa menit ke depan, dan akhirnya dia pun mencabut k0ntolnya lalu buru-buru mendekati wajah Nina.

Arrghhh… Oohhhh… Pak Jaka kembali melenguh bagai banteng terluka, seketika Aly amerasakan wajahnya tersiram oleh cairan hangat yg kental dan lengket dan berbau. Pak Jaka menyemprotkan spermanya ke wajah Nina dgn deras. Cairan putih kental pun berceceran membasahi wajah dan rambut gadis itu.

Ohhhh.. lenguh Pak Jaka yg kali ini benar-benar puas telah berhasil melepaskan keinginan seksualnya pada gadis cantik itu.

Pak Jaka akhirnya terkapar di ranjang karena kelelahan, dibiarkannya Nina yg terdiam sambil menangis. Akhirnya, dgn tubuh gemetar kerena sakit dan kelelahan, Nina mencoba bangkit dari ranjang,dia mencoba mencari pakaiannya, tapi satu-satunya yg ada hanyalah bajunya yg longgar, itupun dlm keadaan berantakan, celana panjangnya hilang entah kemana sementara pakaian dlmnya sdh menjadi cabikan-cabikan kain yg tdk mungkin bisa dipakai lagi.

Dgn tertatih-tatih Nina menuju ke kamar mandi, di sana dia membersihkan bekas-bekas perkosaan yg baru saja dialaminya. Tangisnya kemudian meledak di kamar mandi. Dirinya merasa sangat hina, apalagi membayangkan kalau dia hamil akibat perkosaan ini. Nina tdk bisa membayangkan dirinya yg anak orang kaya dihamili oleh orang yg status sosialnya teramat jauh darinya. Nina lalu mencoba keluar dari rumah Pak Jaka, tapi seluruh jalan keluar sdh dikunci oleh Pak Jaka.

Akhirnya Nina hanya bisa duduk di sudut ruang tengah sambil memeluk lututnya, kemudian karena kelelahan dia akhirnya tertidur.

Tapi belum lama Nina tertidur, sebuah usapan halus pada rambutnya membuat Nina terbangun, dilihatnya Pak Jaka yg hanya bercelana kolor berdiri di depannya. Nina merapatkan tubuhnya ke tembok batu dingin di belakangnya dgn ekspresi ketakutan.

Nggak apa-apa Neng, Bapak Cuma mau ngajak Neng Nina makan, kata Pak Jaka lembut, entah kelembutannya benar-benar tulus atau sekedar pura-pura. Nina yg memang lapar akhirnya menurut dibimbing Pak Jaka ke meja makan. Makanan yg hangat terhidang di atas meja membuat perut Nina mendadak berkeruyuk. Diapun mulai makan tanpa mempedulikan apa-apa.

Seperti ada tenaga baru yg mengaliri tubuh Nina yg lemas setelah persetubuhannya dgn Pak Jaka begitu dia makan. Entah apa bumbu yg dimasukkan oleh Pak Jaka di dlm makanan yg mereka makan, rasanya seperti ada yg menyalakan api unggun di dlm tubuh Nina membuat tubuh Nina menjadi berkeringat. Api besar di dlm tubuh Nina makin menari-nari dgn liar saat Pak Jaka tanpa disadari sdh berdiri di belakangnya dan memeluknya dari belakang. Nina mendesah saat tangan Pak Jaka meluncur masuk ke balik bajunya melalui kerah lebarnya dan bergerak meraba payudaranya yg tdk memakai BH.

Ahh… Nina mendesah pelan, Pak Jaka melancarkan ciuman-ciuman ringan di pipi dan leher Nina membuatnya menggeliat. Tanpa sadar Nina memalingkan wajahnya hingga berhadapan dgn wajah Pak Jaka yg hitam. Pak Jaka tanpa ragu mulai mencium bibir Nina dgn lembut. Bibir tebal itu kemudian mengulum dan melumat bibir Nina yg lembut. Perlahan Nina mulai merespon dgn ciuman lembut pula. Untuk beberapa menit sepertinya kedua orang berbeda jenis itu seperti saling gigit.

Ohh… jangan Pak.. Nina mendesah saat Pak Jaka mulai membuka baju longgarnya sambil terus menciumi bibirnya yg merah merekah itu.

nggak apa-apa Neng.. kata Pak Jaka lirih di telinga Nina .

Hembusan nafasnya di telinga Nina membuat tubuh Nina meremang. Nina kembali terperangkap oleh permainan Pak Jaka yg membuat gairahnya kembali bangkit, hingga dia tdk menyadari baju yg dipakainya sdh berhasil ditanggalkan oleh Pak Jaka sehingga dia sekarang kembali telanjang bulat. Pak Jaka kini memposisikan dirinya menghadapi Nina sambil mengagumi keindahan payudara Nina yg memang lembut itu.

Perlahan diremasnya payudara itu, lalu diciuminya dgn lembut sambil putingnya dijilat-jilat dan dikulum. Sesekali Pak Jaka menggigit puting payudara Nina dgn bibirnya membuat Nina tersentak menahan desakan birahinya.

Ohhh… Nina merintih, dia memegangi sandaran kursi yg didudukinya dgn kuat saat tubuhnya mulai menegang. Pak Jaka makin gencar membelai dan meremas-remas payudara mulus Nina mulai dari gerakan paling lembut sampai gerakan kasar seperti orang meremas pakaian basah. Cara Pak Jaka meremas payudara Nina membuat Nina makin tdk berdaya menahan desakan birahinya, apalagi kemudian Pak Jaka mulai meraba bagian selangkangan Nina, sentuhan-sentuhan jari Pak Jaka pada klitoris Nina membuat birahinya makin cepat terbangkitkan. Nina tdk tahan lagi, dia merasa tubuhnya mau pecah dihimpit desakan orgasme.

Akhirnya hal itu terulang lagi. Tubuh Nina menegang dgn begitu kuat melengkung ke belakang sampai kepalanya terjuntai ke belakang.

Ohhhkhhh… Aaahhh… kembali Nina mengerang kuat, dan meqinya kembali mengucurkan cairan, orgasmenya meledak tanpa tertahankan. Beberapa detik tubuh Nina mengejang sebelum akhirnya terkulai lemas.

Orgasmenya itu membuat Nina tak bersuara ketika Pak Jaka membungkukan tubuhnya ke meja yg masih ada sisa makanan di sana, hingga sekarang mulai pinggang hingga kepala Nina terbaring menelungkup di atas meja makan, semetara kakinya masih di lantai. Nina tdk sekalipun melihat ke arah Pak Jaka, dia hanya berdiri, dgn setengah tubuhnya terbaring di meja, buah dadanya menjadi bantalan bagi tubuh Nina di meja, menempel pada meja kayu itu.

“Pantatnya Neng benar-benar indah..”, kata Pak Jaka sambil meraba dua bulatan pantat Nina. Nina memang punya pantat yg sempurna, apalagi kalau dibandingkan dgn tubuhnya yg ramping, bentuknya sempurna, penuh, lembut, halus dan tanpa noda. Pak Jaka meraba, meremas dan menarik pantat Nina, membuat Nina melonjak di meja.

Pak Jaka segera melucuti celana kolornya sehingga dia kembali bugil, sambil terus memandang pantat Nina yg luar biasa itu. K0ntol Pak Jaka langsung mengacung keluar, dan Pak Jaka siap memasukkan semuanya ke tubuh Nina. Nina mengangkat kepalanya dan menoleh ke belakang sehingga di bisa melihat Pak Jaka telah siap kembali untuk menyetubuhi dirinya , wajah Nina berkilat karena air mata. Perlahan Pak Jaka membuka kedua belah paha mulus Nina lebar-lebar, lalu diarahkannya k0ntolnya ke liang meqi Nina.

Wajah Nina mengernyit dan gemetar, erangan keluar dari mulutnya pada saat k0ntol besar itu meluncur masuk tanpa kesulitan ke dlm liang meqinya. Pak Jaka juga mengerang, setelah itu terdengar suara daging bergesekan dgn daging, Bibir Nina bergetar, air mata mengalir lagi dari matanya ketika terdengar suara tubuh berbenturan dgn tubuh yg lain, terus berulang-ulang.

Pak Jaka mendesakkan k0ntolnya kuat-kuat dgn genjotan bertenaga, gerakannya tdk teratur membuat Nina terbanting-banting di meja, erangannya makin terasa memelaskan, tapi erangan itu justru membuat Pak Jaka makin liar menyetubuhinya.

Gimana Neng, suka? tanya Pak Jaka ditengah-tengah usahanya menyetubuhi Nina. Nina hanya mengangguk sambil memandang Pak Jaka dgn tatapan sayu dgn wajah bersimbah air mata.

Nina semakin larut dgn permainan Pak Sekdea pada meqinya. Pak Sekded memompa meqi Nina dgn cepat kemudian melambat dan cepat lagi, begitu seterusnya. Hal ini membuat Nina semakin mendesah-desah kenikmatan, lelehan cairan kewanitaannya sdh keluar dan membasahi kedua paha bagian dlm Nina. Saking larutnya dlm permainan, dgn tdk sadar Nina yg menggerakan pinggulnya apabila Pak Jaka dgn sengaja menghentikan genjotan panisnya pada meqi Nina.

15 menit diperlakukan demikian, tiba-tiba badan Nina mengejang keras, kakinya kembali menjinjit, tangannya memegang keras tepian meja, matanya terpejam erat dan mulutnya sedikit terbuka menandakan Nina semakin mendekati orgasme.

Aaaaaaaaaahhhhhhh… … teriak Nina keras sambil mengeraskan pegangannya. Nina mengalami orgasme yg sangat tinggi, kedua pahanya dirapatkan dan badannya mengejang keras untuk beberapa menit. Untuk beberapa saat, Pak Jaka tetap membiarkan k0ntolnya terbenam di meqi Nina. Nina yg masih merapatkan kedua pahanya tersebut, terlihat sekali menikmati orgasme yg baru dialaminya.

Meski begitu Pak Jaka belum puas. Segera dia menarik k0ntolnya dari jepitan meqi Nina, lalu dgn gerakan cepat tubuh Nina dibalikkan dan diangkat ke atas meja sampai terlentang, sementara kakinya masih menjuntai ke bawah. Sekarang di atas meja tersebut tubuh gadis berkulit putih itu terbaring telanjang bulat, payudaranya mencuat hingga membentuk gundukan mulus. Perlahan Pak Jaka memeluk kedua paha gadis itu dan menyampirkannya di pundak kiri kanannya. Dan sekali lagi Pak Jaka mendorongkan k0ntolnya ke liang meqi Nina, membuat Nina meringis.

Kemudian kembali Pak Jaka membuat gerakan maju mundur mendesakkan k0ntolnya ke dlm vagian gadis cantik itu. Nina yg sdh dipengaruhi orgasmenya tdk kuasa melawan, dia bahkan menikmati genjotan k0ntol Pak Jaka di dlm meqinya.

“Ooohh…… mmmpphhhhh… ooohhh…….” Nina mendesah-desah sambil mengejang, tangannya mencengkeram keras pingir-pinggir meja, desahannya perlahan mulai taratur seirama dgn genjotan Pak Jaka pada meqinya.

Pak Jaka terus memompa batang kemaluannya masuk ke dlm liang meqi Nina. Pak Jaka kemudian melebarkan kaki Nina sehingga berbentuk huruf V, dan terus memompa masuk dgn buas sambil tangannya meremas-remas payudara Nina. Nina makin terangsang dgn perlakuan Pak Jaka yg liar itu, kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan sambil menggeliat-geliat penuh kenikmatan.

Kocokan demi kocokan terus menghujam meqinya sampai sampai terlihat seperti ada busa yg mengalir keluar dari meqinya. Cairan meqi Nina terkocok sampai tuntas dan mengucur membanjiri selangkangannya. Dgn penuh nafsu Pak Jaka mempercepat genjotannya pada vagian Nina, sesekali dia kembali menghentikan pompaannya, dan secara refleks kembali Nina ganti menggoyangkan pantatnya maju mundur. Hal itu terjadi berkali-kali, bahkan saat Pak Jaka mendorong tubuh Nina hingga batang kemaluannya keluar dari liang kemaluan Nina. Secara refleks diluar kemauan Nina, dia menggerakkan pantatnya sendiri.

Setelah hampir duapuluh menit, tampak tubuh Nina berkelonjotan dan menegang, kedua kakinya mengacung lurus dgn otot paha dan betisnya mengejang, jari-jari kakinya menutup, dan nafas Nina menjadi tak teratur sambil terus merintih keras dan panjang,

“Ohhh… Akkkhhh… Ooohhh…!” Nina mengerang keras membuat Pak Jaka semakin mempercepat gerakannya hingga akhirnya membuat Nina merintih panjang, seluruh tubuh Nina kembali menegang dan menggelinjang selama beberapa detik dan Pak Jaka menyadari Nina sedang mengalami orgasme dahsyat dan kenikmatan luar biasa. Bersamaan dgn itu Pak Jaka juga menekan keras k0ntolnya ke dlm meqi Nina.

Aaaaaaaaahhhhhhgghhhhh.. Pak Jaka mengerang keras sambil memuncratkan spermanya ke dlm meqi Nina. Sesaat tubuhnya juga menegang sebelum akhirnya melemas kembali.

Pak Jaka yg masih berada di atas tubuh Nina sesaat menekan k0ntolnya dlm-dlm di meqi Nina menikmati cengkeraman meqi Nina sampai tuntas. Dipandanginya wajah cantik yg basah oleh keringat dan air mata itu. Lalu perlahan Pak Jaka kembali mencium pipi dan bibir Nina dgn kecupan-kecupan lembut, seolah ingin mengucapkan terima kasih atas kenikmatan seksual yg diberikan oleh Nina kepadanya.

Lalu perlahan dia menarik tubuh Nina berdiri di dlm dekapannya. Dipeluknya tubuh putih mulus itu dgn erat sambil sesekali bibirnya menciumi bibir Nina seolah tdk pernah puas merasakan sentuhan bibir merah Nina. Pak Jaka kemudian membawa Nina masuk ke dlm kamarnya. Di dlm kamar itulah selama semalam suntuk Pak Jaka menuntaskan nafsu seksualnya pada Nina.

Gadis kota yg cantik itu dibuatnya tdk lebih dari seorang budak seksual yg harus selalu bersedia melakukan persetubuhan denganya. Entah sdh berapa kali Nina dipaksa melakukan hubungan seksual oleh Pak Jaka. Nina tdk bisa menghitung lagi, tubuh dan pikirannya sdh terlalu tersiksa untuk berpikir. Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa “Cerita Dewasa: Dekapan Nikmat Sekretaris Desa” terbaru hot 2016

Save