vimax obat pembesar penis
iboqq-728x90
vimax-asli-canada
Bandar Q bandar poker bandar poker

Bandar Bola
vimax
resizedimage-phpayoqq resizedimage-phpagenqq
situs poker
Home » Cerita Sex Mahasiswi » Cerita Dewasa Ngesex Adik Angkatku

Cerita Dewasa Ngesex Adik Angkatku

Alt/Text Gambar ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Orisex web dewasa yangg berisikan cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa Terbaru 2016 – Mengenang kembali masa kuliah, dimana aku mempunyai seorang adik angkat, namanya Chao Ying… itu sekedar nama Mandarin yg kuberikan padanya, sebenarnya dia keturunan Jawa murni, hanya saja, dia memang tak seperti gadis jawa pada umumnya. Chao Ying Lahir pada tahun 1984 atau 3 tahun lebih muda dariku, Chao Ying duduk selisih beberapa semester di bawahku, tapi karena ada beberapa mata kuliah dasar yg kuulang, jadilah aku bertemu dgnnya.

cerita sex mahasiswiCerita Dewasa Ngesex Adik Angkatku

Awal-awal pertemuan denganya, Ia tampak sangat judes dgnku, padahal aku juga sama sekali tak punya ketertarikan padanya, hanya sekedar formalitas sapaan yg selalu kuberikan hampir kepada semua rekan kuliahku…

Cerita sex terbaru, Tetapi akhirnya kami jadi begitu dekat, bahkan saling menganggap kakak dan adik karena mantanku notabene adalah teman baiknya, dan kami sering diskusi bersama… Dia juga pada akhirnya memanggilku “Koko”…

Hari itu cuaca begitu panas, ditambah mata kuliah auditing yg membuatku serasa ingin cepat-cepat pergi dari kelas, bukan karena aku malas, tapi karena enggan melihat wajah dosenku yg super killer dan suka “nembak” siswa yg dianggapnya “sok pintar”…

Di lapangan parkir, aku sudah bersiap mengenakan helm dan men-starter sepeda motorku saat tiba-tiba kurasakan jemari lembut meraih dan menggayut di lenganku…

“Ko…”

aku menoleh reflek…

”Eh, Chao Ying… ada apa?”, sahutku urung mengenakan helm…
“Anterin Chao Ying dong… lagi pengen makan bakwan yg baru di Jalan T. itu lho…”
“Hmmm… sebenarnya aku nggak terlalu lapar sih, tapi ayo-lah…”

Kulihat sepintas senyumnya tampak lain hari itu, tapi aku tak perduli…

Tak sampai 15 menit, kami sampai di Bakwan T. yg lumayan terkenal di kota kami, letaknya tak jauh dari sebuah sekolah tinggi informatika, hmmm… kebetulan pemiliknya adalah istri pelatih musikku, Hua ling namanya…
Begitu kami masuk, Hua ling yg duduk di meja kasir langsung menyambutku karena dari jauh sudah mengenali aku & motorku…

“Lho…Lie, lama nggak main kesini, wah…pacar baru ya?” Hua ling langsung nyerocos begitu rupa…

Tanpa kusadari, Chao Ying menggamit lenganku dgn manja…dan dagunya disandarkan pada pundakku…

“Chao Ying…jangan gitu ah, malu nih…”
“Aaah..Koko jahat ah, gini aja gak boleh…” kecamnya dgn muka merengut…

Hua ling tertawa melihat ulah Chao Ying….

“Ah, kalian ini, dasar anak muda, ya udah, pesenannya kaya biasa kan?” Tanpa menunggu jawaban Hua ling segera berlalu ke dapur dan menyuruh pelayannya menyiapkan pesanan kami…

Selang kami duduk berdua, Chao Ying memulai pembicaraan yg tak pernah kulupakan, dan juga sedikit kusesali setelahnya.

“Ko, jangan marah ya, aku mau ngomong serius nih sama koko…”

(Aku tetap diam sambil menyeruput es jeruk manis dari gelasku)

“Beberapa malam ini tuh aku terus ngimpiin koko dalam tidurku”

(Aku hampir saja mati tersedak…, tapi aku tetap berlagak bego…)

“Lha, kok bisa sih Ying…”, sahutku polos sambil menatap matanya, dan baru kusadari, dia serius…
“Entahlah, mungkin aku mengagumi koko yg selalu tampil dewasa dan sering kasih aku nasihat dalam kuliah, koko juga satu-satunya orang yg selalu ada buatku saat ada masalah…sepertinya…aku…jadi malu sama koko…”
“Kenapa harus malu…?” Tanyaku mulai tak sabar…
“Koko sibuk nggak, temani Chao Ying di rumah ya…ada soal Excell yg rumusnya bingung, dari kemaren salah terus…” Jawabnya mengalihkan topik pembicaraan…

Aku mendengus perlahan (kesal sih…), tapi tetap bersabar…

Selesai makan, dia langsung kuantar pulang, setelah memasukkan motor ke garasi rumahnya yg hanya 10 menit perjalanan dari kampus…akupun masuk ke rumahnya, mengagumi setiap sudut eksotis interior rumahnya yg baru dibangun ayahnya, seorang aktivis LSM terkemuka, dan juga menyempatkan diri mematung sebentar di depan kolam ikan di tengah rumahnya…cari inspirasi…hehehe…

Sepertinya rumah itu sedang kosong, 2 hari yg lalu aku ingat kalau Chao Ying bilang kedua orang tuanya pergi ke sebuah acara di Jakarta, sementara adiknya masih latihan basket sampai malam…

“Koko…sini masuk…”

Sapaan Chao Ying mengagetkanku, aku pun segera melangkah masuk ke kamarnya yg penuh dgn peralatan fitness, buku, dan…beberapa pakaian dalam sexy yg sedikit berantakan…

“Aduh maaf ya, tadi bangunnya kesiangan, jadi Chao Ying lupa mau beresin kamar”, sahutnya sambil memunguti beberapa celana dalam hitam berenda…

Tanpa sadar aku membayangkan Chao Ying yg berkaki jenjang & putih mulus itu sedang mengenakan CD itu…hmmm…

“Hayo ngelamun apa!”, gertaknya sambil memukul bahuku…
“Ah, nggak kok…” Buru-buru kubuka laptop Toshiba warna silver nya yg sedang dalam kondisi hibernate, setelah layar menyala, kulihat bahwa media player dalam keadaan menyala, karena penasaran film apa yg dilihat Chao Ying, aku me-restore windownya, saat itu Chao Ying pergi ke dapur mengambilkan minum…

Jreeeng….

Apa aku nggak salah nih…Film yg ditonton Chao Ying memperlihatkan seorang gadis Jepang yg telanjang sambil mengangkangkan kaki, menikmati sentuhan jari seorang pria bertato…lenguhan gadis dalam film itu membuatku sedikit terangsang…Cerita Sex ABG

“KOKO….!!!!!”,
“OH NO WAY !!!”

Jeritan Chao Ying membuatku kaget dan langsung berdiri membelakangi Laptop di meja belajar Chao Ying dan gelagapan…

“Ying, sorry, aku nggak bermaksud…”
“Sudah!!!” Chao Ying memerah mukanya sembari menutup laptopnya sedikit kasar…

Dia duduk di meja belajar sambil nafasnya terlihat memburu, dia hanya diam dan memandangku penuh makna…dia terlihat sangat marah…

Aku perlahan duduk di tempat tidur depan meja belajarnya sambil menunduk…

“Ying…maaf, koko nggak tahu, tadi koko hanya bermaksud menutup film itu…”

Aku berusaha sebisa mungkin tak menyinggung masalah film itu…tetapi Chao Ying sepertinya tetap ingin membahasnya…

“Ko, maafkan Chao Ying ya sebelumnya…”
“Chao Ying nggak tahu mulai kapan, tapi Chao Ying sepertinya suka sama koko…”
“Kadang Chao Ying suka membayangkan Koko ada disini, menemani aku tidur, memeluk aku, laying on my top…”
“STOP…” you don’t know what you’ve said…
“But I…Ko…I’m so sorry…”

(Kami masih berdialog dalam bahasa Inggris, aku suka melakukannya dgn Chao Ying karena dia pernah tinggal di Singapura dan aku butuh sparring partner dalam meningkatkan kemampuan speaking-ku)…

“Apa sih yg membuat kamu tertarik secara seksual sama aku…, kurasa banyak pria lain yg lebih menarik & cukup dekat dgn kamu?”

Chao Ying terdiam…dia hanya melangkah mendekat ke arahku, menarik kedua lenganku, membuatku berdiri, dan secara cepat dan tak terduga, Chao Ying mendorongku ke atas tempat tidurnya, dan memelukku sambil menangis…

“Aku hanya sayang sama koko, cuma koko yg bisa mengerti aku, please…ijinkan aku memiliki koko sepenuhnya, walau hanya hari ini…”
“Aku sering iri mendengar cerita CiCi Cha Lien (mantanku), bahwa koko dulu begitu romantis & penuh pengorbanan sama
Ci Cha Lien…aku tahu koko bisa memberikan rasa itu sama aku…”

(Dalam hati : Damn you, Cha Lien…kenapa pengalaman pribadi kita kau ceritakan sama seorang gadis yg sudah kuanggap adikku sendiri…)

“Tapi…”, selanjutnya aku tak mampu berkata-kata lagi….

Bibir Chao Ying yg padat penuh namun mungil dan merah merekah itu melumat bibirku dgn penuh nafsu…
Mulanya aku tahan sebisa mungkin gejolak nafsuku, aku tak mau mengikuti permainan Chao Ying, tapi lama-kelamaan pertahananku goyah juga, Chao Ying yg begitu polos dimataku ternyata adalah seorang gadis yg cukup liar di ranjang, tangannya menyelusup ke dalam T-Shirt Guess hitamku, mengangkatnya ke atas dan lidahnya spontan menjilati dada bidangku, sesekali menggigit putingnya, membuatku menggelinjang kegelian…

Tak sadar aku meremas payudara Chao Ying yg masih terbungkus blouse coklat rimple yg masih menutupinya, terasa kenyal dan padat, tdk terlalu besar, namun proporsional dgn tingginya yg 165 cm itu…Chao Ying melenguh disertai sedikit geraman liar, buru-buru dibukanya kancing blousenya, membiarkan tanganku lebih leluasa meng-eksplorasi dadanya yg indah itu…sungguh putih, halus, dgn puting merah kecoklatan yg tegang…

Aku menarik tubuh Chao Ying yg sedang menindihku sedikit ke atas, lalu kukulum puting payudaranya perlahan, kuberikan tekanan-tekanan intens dgn lidahku, sementara tanganku menelanjangi sisa pakaian bagian atasnya…Lalu untuk pertama kalinya, kami berciuman dgn sangat-sangat liar, semua itu benar-benar membuatku lupa bahwa selama ini hubungan kami dibatasi oleh jarak kakak adik yg begitu erat…

Chao Ying lalu membuka kancing celana jeans A? nya, memelorotkannya sebatas paha, dan menyusul celana dalam hitam berendanya yg sexy…memberikan aku tontonan luar biasa, gundukan daging putih dgn rambut-rambut yg amat halus, sedikit lebat di bagian atas, namun jarang di bagian belahannya, menampakkan belahan bibir memek berwarna merah yg sedikit basah…

Tanganku dibimbing Chao Ying untuk bermain di seputar memeknya, juga klitoris mungilnya yg tampak sangat menggairahkan…Dia terus mengerang nikmat, sementara kedua tangannya terus melepas celananya, membuangnya ke lantai, dan kini yg kudapati adalah Chao Ying yg polos tanpa sehelai benangpun, dan dia duduk di atas dadaku…

Tiba-tiba dia naik, menyorongkan memeknya ke mulutku, aku yg kaget langsung gelagapan menerima sodoran belahan daging segar nan hangat itu…Sluuurrrpp…lidahku pun mulai menjelajah dangkalnya memek Chao Ying, berusaha masuk lebih dalam dgn memutar-mutarnya, sementara tanganku asyik meremas kedua buah dadanya yg semakin tegang…

Di tengah permainan, Chao Ying tiba-tiba turun dari tempat tidur, menarik paksa celana jeans dan celana dalamku yg sudah setengah turun…membuat k0ntolku yg tegang berdiri tegak….Chao Ying tampak takjub memandang k0ntolku yg tak panjang, tetapi sangat tebal itu…Dia langsung menggenggamnya, dan selanjutnya kecipak lidahnya bermain mengulum k0ntolku dgn gerakan yg sangat menggairahkan, seringkali sorot matanya tampak tajam saat menghisap, lalu memejamkan mata saat menghunjamkan mulutnya ke pangkal k0ntolku, memberikan sensasi yg luar biasa

15 menit kami bercumbu, aku takut ada yg datang ke rumah, maka ingin segera kusudahi permainan ini…aku mengocok memek Chao Ying dgn jari tengahku dgn cepat, sementara kakinya mengangkang di tepi tempat tidur…aku mendekat, kugesekkan kepala k0ntolku di tepian memeknya…dan langsung kudorong sekali masuk dgn sedikit memaksa…terasa licin dan hangat…

Oooouuuggghhh…hmmm…aaghhh…Koko….erang Chao Ying…

Aku meremas pantat Chao Ying dan segera menggoyangnya maju mundur, sesekali kucium bibirnya dan kumainkan payudaranya dgn lidahku…

Memeknya masih rapat walau ia sudah tak lagi perawan, sangat sensasional…
Pijatan Memek Chao Ying membuatku cepat-cepat ingin menumpahkan maniku ke dalam kehangatan memeknya…Tak terasa 30 menit kami bergumul dalam posisi yg berganti-ganti…

a..Ying… koko mau keluar…

Please koko… keluarin di dalem aja, nggak papa kok… please, give me your cum…

Aku semakin mempercepat kocokan batang k0ntolku…
Ohhh… ssooo… Greaattt… koko… I’m cumming…Eeeggghhh…Ahhhhhh…
Chao Ying menghentakkan memeknya ke depan menyambut k0ntolku dgn sangat dalam….
Aku yg sudah tak tahan langsung memuntahkan amunisiku dgn ganas…
Crreeettt…creettt…crrettt….
Entah berapa kali aku menyemburkan maniku, hingga meluber keluar dari memek Chao Ying…

Masih tak puas, aku menyodorkan k0ntol bersalut mani dan cairan kewanitaannya ke mulutnya yg masih menganga…kudorong sampai dalam, dan Chao Ying dgn lahapnya menghisap bersih k0ntolku sampai lemas…
Kami lalu berciuman dan berpelukan mesra…Hari sudah menjelang malam…
Kami buru-buru membersihkan diri di kamar mandi dan segera berpakaian, lalu aku segera duduk di ruang tamu…

Chao Ying membuatkanku secangkir teh manis hangat dan menemaniku duduk…
Ko…thank you so much, you’re so adorable… Katanya memuji…
aku hanya mengecupnya, tak sanggup berkata apa-apa…Lalu segera pamit pulang
Di depan pagar rumahnya, kembali ia mengecup lembut bibirku…

Selama beberapa bulan selanjutnya, hubungan kami masih berlanjut, sampai akhirnya dia memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di Singapura…

Banyak kenangan manis yg telah kami lewati berdua, semoga tetap jadi kenangan manis bagi kami berdua, walau tak berujung bersatunya kami…Yeah, actually, we’re totally different… Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa Cerita Dewasa Ngesex Adik Angkatku terbaru 2016

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online