vimax obat pembesar penis

Balo Goal Bandar Bola
resizedimage-phpayoqq agen bandarq online resizedimage-phpagenqq
situs poker
Home » Cerita Sex Istri » Cerita Sex Tukang Bangunan Pemuasku

Cerita Sex Tukang Bangunan Pemuasku

Alt/Text Gambar

Orisex web dewasa yangg berisikan cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa – Nama Saya Alivia(30) tapi biasa disapa dengan nama kecil saya Via, sekarang saya sudah berumah tangga namun belum dikaruniai anak oleh yg diatas, mungkin ini karena saya yg dulunya sangat suka mempermainkan perasaan dan pusaka lelaki sehingga dengan suami saya yg sekarang sangat susah mendapatkan anak padahal sudah kami cek kedokter dan dokter menyatakan kami tdk memiliki masalah di kualitas indung telur maupun kualitas sperma suami saya, dokter hanya menyatakan kalau kami berdua terlalu capek dengan pekerjaan kami yg adalah seorang bisnisman dan seorang wanita pemilik butik dan kos-kossan.

cerita sex istriCerita Sex Tukang Bangunan Pemuasku

Kalau saya sendiri tdk begitu mempermasalahkannya karena usiaku juga baru menginjak kepala 3 bulan kemarin. Sebenarnya untuk masalah seks rumah tangga kami baik-baik saja hanya tdk seperti waktu saya masih singgle dulu. Kalau dulu saya sering melakukannya mungkin dalam seminggu ada 4-5 kali namun setelah menikah 5 tahun yg lalu saya hanya seminggu sekali itupun kalau suami saya tdk sibuk kalau sibuk bisa 2 minggu.

Cerita sex terbaru, Memang untuk target memiliki anak kami sudah tdk menggebu-gebu, karena sudah 2 tahun ini kami pasrah pada Tuhan dan keadaan saja. Suami saya juga tdk buruk diranjang dan dia dapat memuaskan saya dengan berbagai gaya seks yg variatif hanya saja saya masih kurang puas dengan bentuk penis suami saya yg terbilang kecil, dan sejak dulu saya selalu mengimpikan penis lelaki yg besar dan panjang mungkin itulah yg mengawali kisah ini. Oke mungkin itu gambaran umum tentang saya dulu, nah sekarang kita maju yg lebih spesifik oke.

Sebagai mantan model dan memang seorang primadona di sekolah maupun di kampus gue masih memiliki potensi tersebut, saya dikaruniai tubuh yg semok bohay, terlebih di bagian Dada dan bokong, bukan hanya itu saja saya juga bisa di bilang memiliki wajah yg cantik dan tentunya menggoda bagi pria-pria disekitar saya,diusia yg kepala 3 ini hanya saya sajalah yg masih terlihat seksi dan menawan dibanding teman-teman saya yg sudah memiliki anak,

mungkin ini juga karena perawatan penuh yg saya lakukan baik diluar maupun didalam, dengan kulit putih dan rambut sebahu saya yakin banyak pria yg akan jatuh hati pada saya, dengan semua yg ada pada diri saya memang membuat siapapun akan iri baik itu wanita atau pria, namun jujur saja saya masih belum puas dengan permainan seks di rumah tangga kami terlebih ukuran yg menjadi batu hambatannya, padahal kalau mau di bilang saya orangnya hiper terhadap seks.

Ok sekian untuk deskripsi pribadinya sekarang ke cerita sex nya yah.

Hasrat sex yg memudar dua tahun ini di diri saya kembali memuncak setelah kami membuat sebuah kos-kosan kebetulan tukang yg mengerjakannya adalah tetangga saya yg tak jauh dari rumah. Setelah kos-kosannya dibangun memang terlihat sangat bagus walau hanya dikerjakan 3 orang saja, yah mereka bertiga adalah pak Arif, pak rahman dan Jono anak pak Arif.

Karena pekerjaan yg memuaskan itu saya jadi sering memakai jasa merekauntuk pertukangan, nah kebetulan dirumah kami yg terpisah dari kos-kosan yg jaraknya 500m sedang dalam renovasi kembali tembok pembatas antara rumah kami dengan tetangga roboh karena tanah yg kurang bagus menopang. Karena itulah saya memanggil pak Arif dkk, namun waktu itu hanya Jono anak pak Arief yg ada sedangkan 2nya lagi sedang ada proyek, dari pada menunggu lama akhirnya saya yg waktu itu lagi ditinggal suami pergi keluar negeri untuk bisnisnya menyetujui Jono untuk bekerja sendirian walaupun membutuhkan waktu 3 hari untuk menyelesaikannya.

Jono ini masih berumur 20 Tahun namun karena sering ikut bapaknya sebagai tukang bentuk tubuhnya terlihat besar berotot dan berwajah cukup lumayan, kalau dikasih nilai yah 7 lah. Nah awal pekerjaannya sebenarnya saya nggak terlalu memperhatikan karena kesibukan kerja saya namun waktu itu karena rumah kami yg sengaja dibuat tak terlalu besar tanpa satpam (karena masuk kawasan kompleks yg satpamnya sudah tersedia) serta pembantu yg hanya datang saat pagi saya memutuskan untuk pulang cepat, takut kalau ada apa-apa dirumah, nah siang itu sekira pukul 3 siang saya tiba dirumah dengan keadaan si Jono sedang bekerja kebetulan tembok yg roboh itu tepat dihalaman belakang yg dibatasi kaca pemisah antara belakang dengan ruang keluarga, ruang untuk menonton.

Masih dengan menggunakan rok dan setelan khas wanita karier saya memperhatikan si Jono yg sedang bekerja, entah mengapa saya merasa horny saat itu karena si Jono yg tdk memakai baju alias telanjang dada dengan keringat yg membasahi otot tubuhnya, nah yg membuat gue tambah terkejut lagi saat baru saja sang pemilik rumah tiba si Jono yg sedang bekerja membelakangi saya yg diruang keluarga sepontan mencari tempat dengan gaya yg seperti terburu-buru Jono berlari kesebuah pojokan yg terdapat selokan kecil tempat air keluar dengan posisi menyamping kearah saya, dari dalam saya bisa liat dengan sangat jelas bagaimana Jono melorotkan celana dan cdnya lalu dengan wajah seperti kegelian dan gemetaran Jono menarik keluar senjata pusakanya yg hitam legam degan kepala berwarna merah yg masih terkolek lemah namun terlihat mengantung panjang nan besar, lalu mengeluarkan cairan.

‘WTF, penis yg selama ini gue impikan tepat berada dimata gue’

Seluruh badan gue gemetar melihat aksi Jono yg tak menyadari ada sepasang mata memperhatikannya hingga selesai. Tiba-tiba tubuh ini bergejolak hasrat selama beberpa tahun yg terpendam muncul lagi.

‘Sial gue Horny nih, mana suami gue pergi lagi’ akhirnya karena merasa tak kuat gue langsung menuju kamar gue dan dengan cepat gue melorotkan cd gue dan menaikan rok gue, sambil duduk ditepian tempat tidur gue mulai merangsang organ intim gue yg halus tak berbulu, jari gue memainkan klitoris gue yg sudah basah akibat cairan vagina gue yg sudah mulai bereaksi, tangan gue yg satunya tak tinggal diam sambil merangsang vagina gue tangan gue yg satunya mulai meremas dan memelintir toket gue, gue lalu membayangkan bagaimana gue berhubungan seks, namun yg keluar di imajinasi gue adalah penis Jono yg besar panjang dan hitam itu sedang masuk keluar vagina gue membuat gue meracau sejadinya dan dengan hentakan-hentakan penisnya gue merasa terbang diawang-awang.

‘uhhhhhhhh’ lenguh gue panjang ketika gue mengalami orgasme akibat rangsangan di vagina gue.

Beberapa menit gue mulai mengatur nafas dan sejenak beristerahat dari masturbasi yg gue lakukan. 30 menit kemudian gue lalu keluar dengan baju yg masih sama namun tanpa daleman yg digunakan untuk membersihkan vagina gue dari cairan orgasme gue. Gue lalu menemui Jono yg memang jam kerjanya sudah selesai dan pamit untuk pulan.

‘ibu saya pamit pulang dulu yah, besok saya datang lagi jam 9’
‘oh ya Jono, hati-hati’ kata gue yg kembali horny melihat Jono mata gue tak lepas dari celana jeans pendek miliknya yg sedikit menonjolkan tonjolan didepannya.

Setelah Jono pergi malam itu gue jadi susah tidur karena kepikiran tentang kejadian tadi.

‘sial kok gue kepikiran yah’ gue mulai berfantasi macam2 dalam pikiran gue.
‘enak nggak yah kalau penis itu masuk ke vagina gue’ kata gue dalam hati.

Gue memang menjadi salah tingkah, gue mulai bercermin dengan berdiri. Terlihat sebuah tubuh yg sintal montok dengan balutan gaun tidur merah muda berdada rendah memperlihatkan lipatan toket gue yg besar dibalut bra berukuran 36C.

‘mmmhh.. tubuh ini masih kencang, sayang kalau nggak diapa-apain, vagina ini pun masih terlihat haus akan penis’ pikir gue sambil memandang tubuh gue.
‘udah ngak apa-apa sekali ini aja, gue pengen merasakan penis impian gue’ kata gue dalam hati dengan ditutup dengan masturbasi membayangkan Jono sedang memompakan penisnya.

Gue lalu tertidur dengan sejuta perasaan menyelimuti hati dan vagina gue. Paginya tiba dan gue tak berangkat ke butik gue karena gue punya rencana lain hari ini, tepat jam 9 Jono datang dengan terlebih dahulu mbok Imas datang ke rumah gue memasakan makanan dan mengerjakan pekerjaan rumah, hingga pukul 11.

‘Udim makan dulu’ ajak gue padanya yg sedang bekerja diterik matahari, sementara bu Imas berpamitan untuk pulang kerumahnya.

Jonopun membersihkan dirinya mencuci tangannya lalu menuju meja makan dimana gue sudah menunggunya duduk manis.

‘ayo makan’ kata gue sambil mengambilkan nasi dan sayur sementara lauk diambil Jono sendiri.

Jono terlihat gerogi, mungkin karena tampilan gue yg berbeda pagi ini, karena dengan jelas ia dapat melihat belahan dada gue yg dibalit bra dan gaun tidur sutra serta paha mulus gue yg gue perlihatkan ke Jono sebagai rangsangan awal. Jonopun makan dengn lahap namun terkadang tertahan melihat gue yg berusaha menggodanya dengan tubuh gue, entah itu sengaja gue mencondongkan toket gue atau menyilangkan kaki gue sehingga ia dapat melihat lewat meja kaca bagaimana keindahan paha semok gue.

Gue lalu mulai mengobrol dengan dia mengenai keluarga dan hal umum lainnya. Dan dia juga sudah terlihat rileks walaupun matanya nggak berhenti mencuri pandang kearah gue yg sudah horny.

‘kamu kenapa Jon sakit’ kata gue sambil memegang tanganya.
‘tdk bu’ jawabnya singkat. Gue mulai mengerti ternyata ia demam wanita.
‘Jon kamu bisa bantu ibu nggak’ tanya gue.
‘bantu apa bu’
‘mudah aja kok Jon,gimana’ kata gue sambil meremas tangannya
‘iya bu’ jawabnya yg nggak mengerti maksud gue.
‘gini Jon kemarin sewaktu pulang ibu liat kamu kencing dipojokan, ibu liat pusaka mu’
‘ahh maaf bu, saya ngggak tahu kalau ibu sudah pulang, maaf bu’
‘nggak apa-apa kok Jon, hanya saja, boleh nggak ibu liat sekali lagi, boleh yah?’
‘haa…’ jawabnya kaget.
‘iya Jon, ibu soalnya jadi kepikiran melihat pusakamu, boleh yah’ kata gue kali ini meremas tangannya.

Dia hanya terdiam tanpa bisa menjawab.

‘kalau diam berarti boleh yah’ kata gue sambil berdiri menuju kearahnya.
‘tapi bu nanti’ katanya yg belum habis lalu sudah gue potong.
‘ngak apa-apa kok Jon, nggak ada yg liat’ kata gue sambil menuntunnya berdiri lalu dengan cepat gue melorotkan celananya yg bernahan kain dan terlihat gundukan berbalut cd.
‘ibu buka yah’ kata gue tanpa menunggu persetujuannya.

Dan meloncatlah sebuah benda tumpul yg mulai mengeras, benda tersebut terlihat hitam dengan kepala merah.

‘wow Jon pusakamu,’ kata gue yg terpana karena kali ini bisa melihat penis Jono yg mulai mengeras tanpa disentuh.

Gue dan Jono saling berhadapan dengan jarak yg dekat sementara penisnya sudah menegang sempurna dan mengacung keras hanya beberapa cm dari atas perut gue yg memiliki selisih tinggi yg cukup banyak dengan Jono.

‘kamu apakan penismu Jon, kok bisa besar gini’ tanya gue yg masih tanpa jawaban entah karena gugup ata kaget dengan pelakuan gue.
‘kamu sering main yah, makanya jadi hitam penismu ini’
‘ahh.. ahh nggak kok, hanya sama pacar aja’ ia mulai berbicara.
‘uhh beruntungnya pacarmu dapat penis besar ini, ibu boleh mengang’ kata gue yg masih tdk dijawabnya.
‘kalau nggak dijawab berarti ia yah’ kata gue yg langsung menyentuh batang penisnya sambil diremas gemas dan dikocok perlahan.

Jono terlihat begitu menikmati kocakan perlahan gue dengan remasan gemasnya.

‘Jon ibu udah kepikiran seharian dengan penismu, kamu mau nggak bantuin ibu, punya ibu nggak pernah dimasukin penis besar mau nggak kamu masukinnya’
‘iya bu saya mau’ katanya yg sudah tak malu lagi berbicara.
‘oke terimakasih yah di’ gue dengan senyuman nafsu gue. Gue terus mengocok penis Jono dengan gemesnya sementara ia terliahat begitu menikmati.
‘Jon ibu isep yah penismu’
‘ia bu isepin bu’ katanya yg menekan pundak gue sambil ia juga kembai duduk dikursinya.
‘slurrpp..slurrrppp.. ckhckchckh’ mungkin begitu bunyi hisapan gue dengan liur yg menetes banyak diselangakangan
Jono, penisnya yg besar begitu sesak memasuki mulut gue beberapa kali ia mengelinjang karena lubang pipisnya gue jilatin, kedua bolanya juga tak luput dari incaran gue, mhhh sungguh penis Jono membuat mulut gue bekerja lebih dari biasanya.
‘isepannya enak banget bu’ katanya yg tak gue hiraukan karena asik dengan penisnya.

Setelah puas dengan penisnya gue lalu membuka gaun gue dan melepas bra gue dan meloncatlah kedua gunung kembar berputing kecoklatan.

‘bu besar banget susunya’ kata udim memuji toket gue.
‘makasih Jon, sini penismu ibu servis pake ini’ kata gue kembali berlutut dan mulai menjepit penisnya, lalu gue kocok hingga kepala penisnya tenggelam keluar ditoket gue sedangkan lidah gue menjulur keluar menanti kepala penisnya yg sesekali gue isep dan jilatin.

Saat sedang menekan toket gue untuk mengapit penisnya, Jono lalu mulai aktif jarinya mulai memilin puting gue yg sudah tegang. Sungguh lihai Jono dalam memainkan puting gue, karena memang salah satu tempat sensitif gue adalah puting gue ia memainkannya bak sudah sangat berpengalaman. Karena capek akhirnya gue berhenti memainkan penis Jono dan gantian Jono yg memainkan toket gue.

‘yah Jon gitu, kamu pintar banget.. ssshhhhh’
‘bu susunya besar sekali, Jono suka, boleh Jono isep’
‘boleh sayang’ kata gue yg langsung berdiri lalu kembali duduk dipangkuan Jono diatas kursi kayu sambil berhadapan, toket gue dilumat siJono dengan senangnya ia memainkan dan meremas toket gue, sementara gue mengocok penisnya perlahan tepat didepan perut gue mengacung keras keatas.

‘gimana Jon enak’ kata gue.
‘enak bu, besar puting dan susunya sering diisap yah’ katanay menanyakan.
‘kamu tahu aja Jon, enakan mana sama pacarmu’
‘enakan punya ibulah harum dan legit’ katanya sambil menghisap bergantian puting susu gue.
‘enak sayang isapin yg keras,,, ahhh yahhh gitu oh godd yahhh’ racau gue.
‘Jon ibu udah horny banget nihh, masukin sekarang yah’ pinta gue yg sudah horny karena dikerjain di toket gue.
‘sabar bu, aku pengen ngerasian rasa vagina tante-tante’ kata Jono dengan vulgarnya.
‘ihh nakal kamu yah’ kata gue diselilingi tawa.

‘owww’ kata gue yg kaget karena dengan mudahnya Jono mengangkat tubuh gue yg sedang diatasnya, gue lalu berpegangan erat dilehernya.
‘mau dibawa kemana tante ini’ kata gue yg mengganti kata ibu dengan tante.
‘tenang aja bu, kita cari tempat nyaman’ katanya.
‘jangan ibu dong, panggil aja tante yah lebih gimana gitu’
‘ia tante’ katanya.

Gue lalu di bopongnya menuju ruang keluarga yg terdapat sofa panjan lalu didudukannya gue disana, setelah itu dengan cepat Jono menarik celana dalam gue yg sudah basah dengan cairan pelumas gue karena horny berat. Gue sengaja menutup vagina gue dengan tangan gue biar ada efek sensualnya.

‘kok ditutup bu’ katanya.
‘jangan ibu dong, tante’ kata gue menegaskan.
‘kamu buka bajumu dong masak tante bugil sendiri’

Lalu Jono membuka bajunya setelah mendengar instruksi gue, otot perut yg sudah terbentuk 4 kotak dengan otot lengan yg kuat terpampang didepan gue, bau khas keringat menambah nafsu gue.

‘uhhh mulus banget vaginanya tante’ kata Jono ketika ia membuka selangkangan gue dan megangkat tangan gue dari menghalau vagina gue sendiri. Ia lalu berlutut dengan posisi siap menikmati vagina gue.
‘lidahnya mulai ia julurkan menyentuh klitoris gue, dan dengan sedikit hisapan ia memainkan vagina gue.
‘uhhh ahhh.. yahh yees ohhhhhh uhhhhhh yahh isep terusssss..’ racauan gue membuat ruangan penuh dengan desahan sensual gue.

Jono sangat lihai merangsang gue dengan mulut dan jarinya ia menghisap dan meremas puting tergadang jarinya masuk memainkan vagina gue.

‘di berhenti dulu mau keluar nihhh’ kata gue yg bukannya dihentikan malas semakin gencar dimainkannya.
‘ahhh Jonn ahhh yahhh ahhhhhhhhhhhhhhh’ lenguhan gue terakhir yg panjang membuat gue terbang karena aliran orgasme gue keluar begitu dahsyatnya, kedua kaki gue menjepit kepala Jono yg masih menghisap cairan divagina gue.
‘ha… haaa.. haaa…’ gue menikmati orgasme gue dengan nafas yg memburu seperti baru lari maraton.
‘enak banget Jon’ kata gue memuji Jono.
‘punya tante juga enak banget, jarang dipakai yah’
‘iya Jon makanya tante butuh bantuanmu’ kata gue yg masih lemas.
‘’tenang aja tante Jono pasti bantu’

‘makasih yah sayang’ kata gue sambil nyosor melumat bibir Jono yg sudah duduk disamping gue, kami berciuman ala frenchkiss saling membelit satu sama lain, Jono masih terlihat kaku dengan permainan ini.
‘kenapa di’ tanya gue
‘nggk kok cuman jarang dicium sama wanita cantik’
‘ahh kamu udah nikmatin bawahny masak masih kaku sama atasnya’
‘maklum tante’
‘Jon masukin sekarang’ kata gue sambil meremas penisnya dan mengocoknya perlahan menatap dalam matanya seperti meminta-minta.
‘tante udah konak lagi’ katanya kaget.
‘udah nihhh, udah basah lagi’ kata gue

Jono yg sudah mengerti lalu membaringkan gue disofanya dengan keadaan menyamping, sementara ia dibelakang gue tidur menyamping juga. Kaki gue yg satunya tergantung dibawah yg satuny diangkat Jono.

‘mhhhhh’ gue menggigit bibir bawah gue saaat merasakan kepala penis Jono mulai mrnyrntuh bibir vagina gue. Dengan dibantu tangannya penis Jono mulai mengesek-gesek vagina gue.
‘sayang pelan2 yah nggak pernah dimasukin sebesar ini’
‘ia.. tante tenang aja, pasti ennak kok’ kata Jono yg perlahan mulai menekan kepala penisnya masuk dalam vagina gue.
‘uhhhhhh’ erang gue pelan saat kepala penisnya berhasil masuk perlahan ke vagina gue dan perlahan ia mendorong batangnya.
‘Jon muat nggak’ kata gue khawatir dengan ukurannya.
‘muat kok tante’ kata Jono yg terus menusukan penisnya.

Dan ‘blessssss’ vagina gue terasa penuh dengan penis Jono yg sudah masuk sepenuhnya terasa berbeda ketika penis suami gue yg ada didalam yg ini sangat besar dan panjang.

Jono mulai dengan menggerakan perlahan berusaha agar vagina gue terbiasa dengan benda pusakanya.

‘memang hebat punya tante ini terasa sempit’ kata Jono memuji vagina gue yg memang selalu gue rawat dengan berbagai cara dan obat alami.
‘sshhhh ahhh shhh ahhhh yahh Jon’ racau gue saat penis Jono bergerak keluar dan masuk vagina gue.

Rasa gatal mulai menjalar divagina gue kini bukan Jono saja yg bergerak tapi gue juga ikut bergerak mengimbangi permainan Jono yg masih slow. Tangan Jono yg satunya meremas toket gue dari bawah tubuh sedangkan yg satunya gue isap jari-jarinya masuk dalam mulut gue. baca jg cerita sex di seksigo.com

‘Jon dicepetin lagi di’ pinta gue yg langsung direspon Jono dengan ememgang pinggul gue dan mulai mempercepat keluat masuk penisnya.
‘yahh gitu Jonn.. yah tambah lagiii yahh uhhh ahhh ohhh’ racau gue perlahan kecepatan permainan kami bertambah dan.
‘plakkk..plakkk.. plakkkk’ bunyi bokong gue berbenturan dengan selangkangan Jono. Kini penisnya sudah keluar masuk secara leluasa divagina gue.
‘ohhh sayang enak banget’ kata gue sambil meracau sejaJonya. Kami bermain dengan posisiini sekitar 5 menit hingga akhirnya Jono berhenti mengerakan pinggulnya.
‘kok berhenti sayang’ kata gue yg kurang puas karena sedang dalam kondisi On.
‘sabar tante kita ganti gaya yah’ katanya yg langsung bangun tanpa melepaskan penisnya.

Ia membuat gue berlutut diatas sofa sambil tangan gue ia tarik kebelakan dan dari belakang ia mulai menyodokan penisnya, kali ini penisnya lebih terasa masuk dan keluar memenuhi vagina gue.

‘ahhh pintar kamu sayang.. yahhh sshhhh’ kata gue yg memuji kepintaran Jono.

Dengan tubuh yg bergoncang Jono menyodokan penisnya secara cepat dan dengan tempo yg sudah tak beraturan lagi, toket gue terguncang tak menentu. Posisi kami bak kerete dorong dengan tangan gue sebagai pusatnya. Jono begitu cepat memompakan penisnya hingga akhirnya ia menghentakan penisnya dalam-dalam kevagina gue.

‘ooooooohhhhhhhhh’ lenguhan panjang gue bukan Jono memenuhi ruangan tersebut, gue merasakan orgasme kedua kalinya dengan yg kedua penis Jono didlam vagina gue. Jono melepaskan tangan gue dan memeluk gue dari belakang dengan meremas toket gue sementara penisnya masih tertancap megah di vagina gue.
‘gimana tante’ tanyanya
‘enak banget Jon, ini orgasme terliar selama tante menikah Jon’
‘vagina tante juga enak empotannya terasa banget’
‘penismu luar biasa, masih belum kendor tuhh padahal udah keluar’ kata gue dengan senyuman.
‘belum tante, Jono belum keluar’
‘hhaaa.. kamu belum keluar, trus kenapa kamu tancepin penismu tadi kalau belum keluar’
‘aku tahu tante mau keluar, makanya aku tancepin’
‘kok kamu bisa tahu Jon’
‘ia dong tante habis terasa sekali empotannya’
‘kamu tuh yahh bisa tau dari gituan’
‘ia tante vagina tante lebih enak dari pacarku makanya aku tau’
‘lebih enak yah, itu karena nggak pernah vagina tante rasain penis besar kayak gini, pacarmu tiap hari kamu kasih gini pantes beda lah’
‘hehehe’ Jono tertawa.
‘trus gimana kamu’
‘dikit lagi nihh tante’
‘yaudah sana baring’ kata gue menyuruhnya untuk berbaring.

Jono lalu mencabut penisnya dari vagina gue dan terasa cairan cinta gue turun membasahi paha dalam gue karena tertahan penis Jono yg tak sempat keluar.

Jono duduk sambil bersandar disofa sementara gue mulai mengambil posisi duduk diatasnya WOT dalam posisi duduk.

‘tante seksi banget kayak gini’
‘kamu tuh pinter mujinya’ kata gue yg melumat bibir Jono.
‘ahhhhhhhhh’ erang gue saat penis Jono gue arahkan dan masukan dalam vagina gue.
‘uhhh tante enak banget’ katanya saat pinggul gue memutar dan membuat penisnya juga ikut memutar dalam vagina gue.

Gue mulai gerakan naik turun diatas penisnya membuat dia merasa keenakan diservis tante sange kayak gue.

‘tante enak… terusss..’ katanya yg mulai merasa keenakan..

Tak berapa lama gue merasakan penisnya semakin membesar pertanda dia sudah mulai memasuki puncaknya gue berusaha untuk mengapai puncak bersama.

‘sayang isepin puting tante’ kata gue agar terjadi ransangan di kedua daerah sensitif gue.

Jono melakukan perintah gue dan gue juga mulai menurunkan permainan biar dia nggak ngecrott duluan.

‘tante terus dong’ protesnya.
‘iya sayang keluarnya bareng yahhh’
‘boleh aku keluarin didalam’
‘ia sayang keluarin didalam’
‘nanti kalau hamil’
‘sekalian hamilin tante sayang’ kata gue yg sudah tahu kalau gue itu susah untuk hamil.

Kembali gue menguncang tubuhnya yg dibalas erotis oleh suaranya dan suara gue serta keringat kami yg saling membasahi satu sama lainnya.

Jono lalu menekan tubuh gue sambil memeluk gue, sementara penisnya menyemburkan peju hangat yg begitu banyak tertumpah dlam vagina gue.

‘creettt.creettt.creeettt’ beberapa kali penisnya menyemprotkan cairan putih kental yg akhirnya gue balas dengan mencengramnya serta lenguhan panjang kami.
‘aaahhhhhhhhhhhhhhhh’ gue mengalami orgasme yg ketiga tergolek lemas diatas tubuh berotot Jono.

Kami berhenti sejenak hingga penis Jono mengecil dan keluar dari vagina gue membawa banyak cairan membasahi sofa yg kami gunakan untuk bertempur.

‘Jon, tante puas banget akhirnya bisa merasakan penismu’
‘aku juga tante, bisa ngentot dengan wanita cantik dan seksi seperti tante adalah anugrah’

Kami lalu membersihkan diri kami Jono terlihat capek karena baru saja ia bekerja keras memuaskan nafsu wanita yag haus akan seks. Gue lalu menyediakan makan malam untuknya.

‘sayang kamu tidur sini aja yah malam ini’ pinta gue

‘ia tante aku masih pengen ngentotin tante lagi’ kata Jono dengan semangatnya.

Malam itu Jono membuat gue menjerit keenakan dengan penisnya, entah berapa kali gue mengalami orgasme dengannya hanya saja yg gue ingat Jono masih begitu perkasa setelah gue tergeletak kecapean, Jono masih terus mengenjot gue. Sungguh momen yg paling luar biasa dengan hasrat yg terlepas bagai merpati yg terbang bebas. Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru 2016

Save