vimax obat pembesar penis
iboqq-728x90 Bandar Q bandar poker bandar poker

Balo Goal Bandar Bola
resizedimage-phpayoqq agen bandarq online resizedimage-phpagenqq
situs poker
Home » Cerita Sex Pembantu » Cerita Sex Ririn Manis

Cerita Sex Ririn Manis

Alt/Text Gambar ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Orisex web dewasa yg berisikan cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa “Cerita Sex Ririn Manis” dan foto sex bugil tante bispak abg hot terbaru 2016

cerita sex pembantu
Cerita Sex Ririn Manis

Sebelum saya menikah, hobi saya adalah menjelajah panti pijat. Sudah puluhan PP dan tak terhitung lagi WP yg sudah pernah saya rasakan. Tapi memang ada satu WP di dekat terminal bus kota S yg jadi langganan. Selain murah, menurutku dia lebih tulous dalam melayani.

Setelah menikah, saya memutuskan untuk menghentikan semua kebiasaan itu. Semua no telp WP saya hapus dari memori HP. Nomor HP juga ganti. Saya sangat mencintai istri saya. Apalagi dia adalah wanita pujaan saya sejak SMP. Lama saya incar baru bisa ditaklukkan setelah saya berumur 27 tahun dan dia sudah menjadi janda.

Rosa, nama istriku, belum punya anak. Suaminya meninggal karena kecelakaan pesawat. Begitu mendengar Rosa menjada, saya langsung mendekat. Setahun lebih pendekatan, akhirnya Rosa luluh. Hanya sebulan pacaran langsung saya ajak menikah.

Saya berjanji pada diri sendiri tdk akan lagi ke PP atau bahkan lokalisasi. Stop semua. Tobat. Saya tdk masalah dia janda. Toh dia wanita yg saya cintai sejak lama dan saya sudah tdk perjaka. Sudah puluhan meki saya rasakan. Setahun pertama menikah saya menjalani hari-hari yg penuh kebahagiaan. Rosa sangat bergairah di ranjang. Wajah dan tubuhnya sempurna bagiku. Tinggi 160 cm, berat 50 kg, rambut sebahu, berjilbab, dan dada 34 B. Hampir tiap hari kami melakukan hubungan suami istri (tentu kecuali saat menstruasi). Rasanya tak pernah bosan.

Oh ya, aku dan Rosa sama-sama kerja. Aku kerja di perusahaan percetakan surat kabar. Sebagai manajer percetakan, saya bekerja sore hingga malam. Berangkat jam 17.00 dan pulang paling cepat jam 01.00 dini hari. Biasanya saya dan Rosa melakukan pertempuran pada subuh. Atau kalau dia pulang kantor lebih cepat. Rosa kerja di perusahaan periklanan. Biasanya dia pulang jam 16.00 dan sering pulang lebih awal.

Setahun menikah, Rosa mengeluh takut kalau malam sendirian. Di ajuga capek mengurus rumah sendirian. Karena itu dia minta izin untuk mencari pembantu rumah tangga. Karena kasihan dan tak tega melihat istri tercinta, aku langsung setuju. ”Aku minta tolong tante Yayuk untuk mencarikan,” katanya. Tante Yayuk adalah adik dari ibunda Rosa. Dia tinggal di Jombang dan menjadi langganan saudara-saudara untuk minta dicarikan pembantu.

Seminggu setelah itu, Tante Yayuk menelepon istriku. Katanya sudah dapat pembantu. Rosa pun langsung semringah.

”Pembantunya sudah ada, besok datang,” kata Rosa.

Hari yg dinanti tiba. Saat itu hari Minggu. Rosa sudah di teras menanti kedatangan pembantu baru kami. Aku melakukan rutinitas bersepeda setiap minggu dengan bapak-bapak di kompleks. Saat bersepeda, Rosa telp.

”Mas, pembantunya sudah datang. Namanya Ririn. Anaknya bersih kok. Manis juga,” kata Rosa.

Aku tak begitu peduli dan menanggapi dengan biasa saja dan meneruskan bersepeda.

Saat tiba di rumah, aku langsung mandi dan kemudian istirahat di kamar. Tak sempat kenalan dengan pembantu baru. Hanya sejam aku tidur, Rosa sudah menggangguku minta jatah. Kami pun bertempur sampai dua ronde. HAbis itu tidur lagi karena kecapekan.

Jam 13.00 Rosa membangunkan aku untuk malan siang. Setelah salah duhur, aku menuju meja makan. Baru nasi putih yg tersaji.

”Lauknya masih di dapur. Bentar ya,” kata Rosa lantas beranjak ke dapur.

Aku menunggu di meja makan sambil baca koran.

”Ini teh hangatnya Pak.” Tiba-tiba ada suara perempuan, bukan istriku.

Aku yakin itu pasti pembantu baruku.

”Oh ya,” kataku sambil terus membaca koran.

Aku tdk melihat wajahnya. Dan dia pasti tdk melihat wajahku karena terhalang koran. Begitu juga saat dia membawakan lauk ke meja makan, aku juga tak melihat. Baru setelah istriku mengajak makan, koran kulipat dan kami pun makan.

Setelah makan, Rosa ke dapur untuk membuatkan jus wortel kesukaanku. Selesai membuat jus wortel, Rosa mendpaat telepon dari temannya.

”Rin, tolong jus-nya antar ke bapak. Aku terima telepon dulu,” kata Rosa sambil berjalan ke kamar.

Mungkin pembicaraannya agak privat. Aku sudah pindah duduk di depan TV. Kemudian langkah ringan perempuan mendekat.

”Ini jusnya Pak.” Aku menoleh ke arah suara itu.

Duerrr mataku langsung terbelalak. Ririn juga tak kalah kaget. Jus di tangannya sampai tumpah sebagian. Aku kenal betul dengan pembantuku ini. Dulu dia primadona di PP dekat terminal. Langgananku sewaktu masih membujang. Wajahnya manis, kulit sawo matang. Mungil tapi sekel. Bobbs-nya 32B. Ya sekelas Kiky kalau di BM. Dulu di PP namanya Rini. Aku cepat menguasai situasi. Ak pegang tangannya dan berbisik.

”Lupakan masa lalu kita. Jaga rahasia ya. Aku sudah tobat kok,” kataku sambil memberi kode jari telunjuk di bibir. ”Saya juga sudah tobat,” kata Ririn.

Hari itu aku tak konsen lagi nonton TV. Kalut rasanya. Bagaimana mungkin aku punya pembantu yg ternyata bekas WP langgananku. Dan konyolnyalagi, dia memakai kaus Twin Tower Kuala Lumpur yg dulu aku belikan saat dia aku ajak jalan-jalan ke Malaysia.

Akhirnya aku memutuskan untuk cepat-cepat ke kantor menenagkan diri. Aku pamit ke istri dipanggil bos. Aku ingat, tiga tahun lalu aku bawa Rini alias Ririn ke hotel. Waktu itu dia bilang mau pulang kampung. Dia ingin bertobat. Sudah bosan jadi WP. Waktu mau pulang kampung, dia telepon dan aku transfer uang Rp 5 juta sebagai bekal. Siapa tahu bisa untuk modal usaha.

Senin pagi rutinitas terjadi seperti biasa. Aku menemani Rosa sarapan. Ririn menyiapkan sarapan. Dia juga berlaku wajar, tdk terlihat canggung. Sehingga Rosa tdk akan mengira kalau kami pernah kenal. Aku juga bersikap sok jaim kepadanya. Pagi itu aku antar Rosa ke kantor. Setelah mengantar, aku tak langsung pulang. AKu ragu pulang karena ada Ririn di rumahku.

Baru jam 12.30 aku pulang ke rumah. Ririn sudah menyiapkan makan siang. Aku pun makan siang. Ririn aku ajak makan siang bersama. Sengaja aku lakukan karena aku ingin ngobrol.

”Kamu gimana ceritanya bisa sampai kerja di sini?” tanyaku.

Ririn cerita, setelah pulang ke kampung dia mendaftar sebagai TKI di Malaysia. Tapi tdk kerasan. Apalagi dia punya anak di Jombang. Kangen sama anak terus. Akhirnya dia pulang. Tapi karena tabungan menipis, dia harus kerja lagi. Tp dia bertekad tak mau jadi WP lagi.

Suatu ketika dia ketemu Tante Yayuk yg tak lain adalah tetangganya di desa. Sama Tanta Yayuk ditawari kerja jadi PRT dan Ririn lsg setuju. Perjanjiannya dia bisa pulang sebulan sekali untuk menengok anaknya yg sudah kelas 1 SD. Siang itu aku bikin kesepakatn dengan Ririn untuk melakukan hal-hal yg tdk pantas dilakukan.

”Kita sama-sama sudah tobat. Kita jaga sama-sama ya,” kataku. Ririn mengangguk. Masalah beres pikirku.

Tapi masalahnya, setiap pagi sampai sore saya hanya berdua dengan Ririn di rumah. Ibarat batu kalau terus ditetesi air akan tergerus juga. Dan karena sebelumnya sudah akrab, kami pun ngobrol santai ketika tdk ada istri di rumah. Lama-lama hasrat lama tumbuh. Apalagi belakangan Ririn sering hanya memakai celana pendek dan kaus u can see longgar kalau lagi kerja.

Tapi kalau ada istriku, dia memakai baju panjang. Sepertinya dia sengaja menggodaku. PErnah aku peringatkan. Tapi hanya bertahan dua hari, kebiasaan memakai pakaian minim diulangi lagi. Malah kini dia tdk memakai pakaian dalam. Itu bisa kau pastikan karena u can see nya longgar jadi dari samping kadang-kdang terlihat buah dadanya. Putingnya juga terlihat menonjol. Trus di celananya tdk terlihat ada garus CD. Dugaanku dia tak pakai CD atau mungkin hanya pakai G string.

Tiap hari aku jadi memperhatikan Ririn. Kadang samai adik gw tegang. Kalau sudah gitu aku ke kamar untuk membuang hajat secara self service.

Suatu hari, aku lihat Ririn mengepel lantai. Aku langsung horny dan masuk kamar. Kubukan semua bajuku dan aku sibuk mengocok rudal kesayanganku membaygkan Ririn. Lagi enak-enaknya, tiba-tiba pintu kamar terbuka. opps aku lupa mengunci pintu. Ririn sudah berdiri di depan pintu.

”Ngapain pakai onani segala, wong ada sasaran nganggurm” kata Ririn sambil tertawa genit.
”Kita kan sudah janji gak akan ada hubungan,” kataku.

Ririn menghampiriku dan mendorong tubuhku yg bugil ke tempat tidur. Dia pun langsung melucuti pakainnya sendiri. Benar dugaanku. Dia tdk memakai pakain dalam.

”Sudah kupakan janji gombal itu. Ayo puasin aku,” kata Ririn. Dia langsung mencium bibirku.
”Rin Rin katanya tobat,” aku mencoba mengingatkan.
”Gimana mau tobat kalau tiap subuh dengar erangan kamu sama istrimu. Aku dah lama gak ngent*t tahu,” kata Ririn.

Sambil mencium bibirku dan leherku, tangan kanan Ririn sudah mengelus rudalku. Lalu perlahan bibirnya turun ke bawah. Lidahnya memutar di perut dan terus turun sampai ke pen*s.

”Hmmm masih seperti yg dulu. Lurus tegak, berotot dan keras. Siapa yg bisa melupakan rudal kayak gini,” kata Ririn.

Dia pun mengulum perlahan, dia nikmati betul seperti anak kecil menikmati es krim. Aku sudah lupa dengan janji-janjiku untuk meninggalkan dunia perlendiran. ”Ah aku kan dulu janji gak ke PP atau lokalisasi lagi. Kalau di rumah kan gpp,” kataku dalam hati. cerita sex

Puas di BJ Ririn, ganti aku yg menjilati mekinya.

”Tahu gak yg (dia mulai memanggiku dengan sayang seperti saat di PP dulu). Aku terakhir ngent*t ya sama kamu di hotel itu,” kata Ririn.
”Massa sih?” kataku gak percaya.
”Demi Allah. Habis itu aku benar-benar berhenti,” katanya.

10 menit aku jilmek Ririn kelonjotan. Aku sudah hapal betul letak G-spot Ririn. Diapun mengalami orgasme.

Pertempuran dilanjutkan dengan WOT. Pelan-pelan dia jongkok, tangan kannnya memegang kont*l ku untuk dimasukkan ke mekinya. Blessss pantatnya turun sampai kon*ol ku amblas. Lalu dia melakukan gerakannaik turun. Tangannaya kebelakang bertumpu pada pahaku. Sementara tanganku sibuk meremas tokednya. Kadang dia membungkuk. Dalam posisi WOT kami berciuman. Kalau dia capek menggenjot, gantian aku yg menggenjot dari bawah.

”’Ohhhhh augghhhh enak banget Yg….aku kangen kamu,” kata Ririn.
”Meki kamu juga enak Rin. Masih nyedot kayak vacum cleaner,” kataku.

Posisi berbalik. Tetap WOT tapi dia membelakangiku. Ini posisi favorit Ririn. Dengan posisi ini dia selalu orgasme. Katanya pakai gaya itu bisa pas di G-spotnya. Hanya lima menit di posisi itu, Ririn sudah O.

”’Ahhhhh yesss aku keluaarrrrrr,” teriak Ririn.

Dia langsung bangkit dan mengulum kont*l ku. Tak lama kau juga keluar croot-crotttt.

”Wah masih banyak, tadi pagi kan kamu main sama istrimu,” kata Ririn.

Setengah jam istirahat, kami melanjutkan ronde kedua. Kali ini memakai gaya doggy style kesukaanku dan diakhir dengan missionary. Habis itu kami tidur berpelukan di ranjang yg selama ini menjadi medan pertempuranku dengan istri.

”Makasih ya Yg…aku puas banget,” kata Ririn.

Setelah itu, ngeseks bersama Ririn, pembantuku menjadi rutinitas setiap hari. Tp kami tak melakukannya di kamarku lagi. Takut kualat. Kami melakukan di kamar Ririn atau di ruang TV, ruang tamu. Kamar ta tamu, dapur, kamar mandi, atau di halaman belakang rumah di atas rumput beralas tikar. Istriku tak pernah curiga. Sebab kalau ada istriku, Ririn bersikap sangat wajar. Dia juga hormat kepada istriku. Pekerjaannya juga selalu beres. Tentu karena aku juga membantu mengepel atau membersihkan rumah.

Bahkan istriku begitu sayang kepadanya. Oleh istriku Ririn juga sering diajak pergi belanja dan dibelikan pakaian. Kalau pergi keluar, Ririn juga memakai kerudung seperti istriku. Sudah tiga tahun Ririn kerja di rumahku. Semua aman-aman saja. Kehidupan seks dengan sirtiku juga tetap berjalan lancar.

Sampai istriku hambil dan melahirkan anak pertama kami. Ririn yg menjaga dan merawat anakku dengan penuh kasih sayang saat Rosa kerja. Tapi aku dan Ririn tak mau bersetubuh di dekat my baby. Rasanya seperti punya dua istri yg akur. Oh ya, Rosa pernah ingin punya baby sitter, tapi aku tolak. Aku bilang Ririn sudah bisa menghandle semua.

***

Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa “Cerita Sex Ririn Manis” dan foto sex bugil tante bispak abg hot terbaru 2016

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online