vimax obat pembesar penis
iboqq-728x90
vimax-asli-canada
Bandar Q bandar poker bandar poker

Balo Goal Bandar Bola
vimax
resizedimage-phpayoqq agen bandarq online resizedimage-phpagenqq
situs poker
Home » Cerita Sex Pelajar » Cerita Sex Pasangan Pelajar Memadu Kasih

Cerita Sex Pasangan Pelajar Memadu Kasih

Alt/Text Gambar ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Orisex web dewasa yang berisikan cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot terbaru 2016 | Hari demi hari berlalu, Putri sudah semakin lengket dengan Radit, disekolah ataupun diluar, mereka hampir selalu bersama.

Cerita Sex Pasangan Pelajar Memadu Kasih

Cerita Sex, Foto Hot Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita MesumCerita Sex Pasangan Pelajar Memadu Kasih – Ist

“ronn, mereka lengket banget sih”,
“gak tau mi, baru jadian beberapa hari aja udah lengket banget mereka, tapi emang pantes sih mereka”,
“pantes gimana Ron?”,
“yang satu ganteng, yang satu cantik, kan pas”,
“iya, bener Ron” Umi dan baron tampak sedikit Iri dengan percintaan Putri dan Radit.

Cerita Sex Terbaru | Entah bagaimana Radit yang sedang ngobrol dengan Putri itu menyadari sedang dibicarakan, ia melihat Baron, ia malah tersenyum.

“Ron, ngapain?”,
“gak ngapa ngapain Dit”,
“ciee cieeee, diem dieman sama umi nih yeee” Putri tampak ikut melihat Baron dan Umi.
“Apaan Put, eh, elu ngapa liat liat gue, iih” Umi tampak berdiri dan meninggalkan Baron,
“takut jadi sama gue ya ndut? hahahahahahahaa”

Baron membalas ucapan Umi, Radit dan Putri tertawa kecil melihat dua temannya itu. Pelajaran kemudian sudah kembali dimulai, mereka sudah belajar seperti biasa. Saat pulang sekolah, Radit dan Putri sudah berkendara bersama,

“… emang kamu gak mau kerumah lagi yang?”, “gak gitu Putri sayang, aku udah lama gak kerumah Baron, kasihan udah pengen banget bisa main gitar dia”,

“ooh, gitu ya…” Putri segera diantar kerumahnya.

Ketika sampai dirumah Putri, Radit segera berpamitan,

“Selamat istirahat sayang…”,
“iya, makasih…” Radit segera meninggalkan Putri.

Radit sore harinya sudah pergi menujurumah Baron, ia kini sudah sibuk melatih Baron bermain gitar. Gitar itu milik Radit, tentu Radit lebih ahli menggunakannya,

“kurang ron, coba lagi deh..”, “udah 5 kali ini, duh tanganku ini kenapa sih?”,

“belum biasa aja ron, kurang cepat aja”, “kamu bisa cepet gitu gimana sih Dit?”,
“jangan salah, yang lebih asyik dari gitar aja aku juga bisa mainin” Baron seketika terdiam, ia sempat bingung apa yang dimaksud oleh Radit,

“apaan tuh Dit?”,
“Eh!, enggak ron, haha”,
“hayo? apa sih Dit?”, “enggak, udah lanjut main itu”, Baron malah berhenti memainkan gitarnya, ia segera berbicara pada Radit,

“Udah bilang aja Dit, kita kan teman deket, masak gak mau kasih tau”, Radit sempat bingung, apa perlu Baron tau apa yang sebenarnya dipendam olehnya.

“mm… gimana ya Ron?”, “ayolah, gak bilang siapa siapa deh, suer”,
“oke oke, rumah kamu lagi sepi kan?”,
“iyaa, kasih tau lah”,

“oke, maksud gua tadi, nih jari jari gue, bisa makin cepet, karena sering gesek gesek mekinya Putri…” Glodaak! Baron menjatuhkan gitar yang ada ditangannya, karena ia benar benar kaget.

“Anjir! yang bener Dit! set dah!”,
“gak usah teriak gitu ah, katanya pengen tau…”, Baron masih shock, tapi ia juga penasaran.
“ok ok, jauh bener dari perkiraan gue, jadi… elu…”,
“iya ron, gue… udah pernah ngeseks bareng Putri”,

“fuck meeen, gilaaa!” Baron tersenyum, ia merasa senang, juga kaget, serta heran, ternyata Radit teman baiknya itu sudah beraksi cukup jauh, lebih jauh dari perkiraannya.

“haha, gak usah gitu ah ron”,
“meenn, sumpah gila, benar benar beruntung ente”,
“hehehe, iya ron”,
“set, jadi pengen gue”,
“haha, cari pacar sana”,
“gebet siapa ya? huh…”,
“halah, entekan udah deket sama Umi tuh, gas lah…”,
“gas pala lo! cewek gemuk gitu…”,
“heeh, gemuk gemuk gitu, lebih montok dari Putri” baron seketika terdiam, ia mulai memikirkan Umi itu.

“naah, jadi kepikiran Umi nih yeee, hahaha!” Radit tampak tertawa besar, baru pertama ia lihat Baron yang luar biasa berisik terdiam dengan begitu fokus.

“udah udah, apa sih Dit”,
“hehe, cepet deh ditembak ron, enak banget loh ciuman sama cewek”,
“aah, diem diem”, “terus remas remas buah dada bro, juga nusukv nusuk meki, beeeh, asli nikmat”,
“dieem, parah lu Dit!”,

“haha, sial, jadi pengen lagi gua” Radit malah mengingat kembali aksi serunya bersetubuh dengan Putri, sedang imajinasi baron mulai bergejolak, membayangkan bagaimana jika ia saja yang ngeseks dengan Putri, juga sempat terbayang jika Umi saja yang ia dapatkan.

“faaak, udah tidur dulu gua, jadi pusing”, “hahaha, Baron baron, ane dukung deh, mau cari siapa siap dukung, haha” Baron segera mencoba tidur, meski fikirannya masih tidak karuan.

Disudut lain, ternyata Putri sedang pergi kerumah Umi, untuk mengerjakan tugas kelompok. berbeda dengan Radit dan baron, mereka berdua lebih tenang, dan tampak juga cukup fokus mengerjakan tugas.

“… sip sip, udah nih mi”, “aseek, seperti biasa, otak mu encer ya Put”,
“hehe, iya dong, sering kumpul sama Radit soalnya, hehe”,
“mm… Put, gimana si Radit?” Umi tampak juga penasaran dengan hubungan Putri dan Radit.
“hehe, Radit itu, ganteng… romantis… pria idamanku banget…”,
“gitu ya, hmm…”,
“hehe, mi… udah pernah ciuman sama cowok gak?”, “gak pernah lah Put, wah jangan jangan kamu…”,

“hehe iya dong, ciuman sama Radit itu… asyik banget, hiih” Putri terlihat tersenyum indah, Umi malah melongo melihat temannya itu.

“Buset Put, keknya seneng banget…”,
“iya dong… hehe”,

“jangan jangan kamu…” Putri sempat kaget, ia tak mau temannya itu tau lebih jauh, fikirnya ini bukan saat yang tepat, “apa sih mi, gak kok, cuman gitu aja, mana berani aku… sampe tidur bareng”,

“siapa juga yang bilang tidur bareng, hayo?”, “apa sih mi, hiiih” Putri mendorong Umi itu sedikit, karena tertawa melihatnya.
“hahaha, iya iya percaya…”,
“gih cari pacar mi… biar tau rasanya ciuman”, “siapa yang mau sama aku Put, hmmh”, Putri kemudian tersenyum, lalu memegang tangan Umi,
“hei, pasti banyak cowok cowok yang mau sama kamu, kamu itu cantik loh”,
“cantik dari mana ah, gemuk gini”,
“gak gemuk cantiiik, kamu itu lebih tepatnya montok, hehe”,
“apa sih Put, haha” umi sedikit malu, lama sudah ia tak mendengar ada yang memujinya.
“Mi, itu si Baron udah deket banget sama kamu, gih digebet mi”,
“duh, kenapa harus sama si kurus itu”,
“heh, kurus kurus gitu tiap hari meramaikan kelas loh, gak ada Baron mana meriah kelas kita”,

“kalau itu sih ia Put, tapi…”, “kalau ditambah kamu, pas deh, pasangan heboh sendiri, haha”, Umi tersenyum, Putri ternyata sering melihatnya bersama Baron,

“hahaha, dasar kamu Put”, “hehe, waaah, tas kamu baru ya mi, bagusnya…” Putri tiba tiba sibuk melihat tas baru milik Umi. Umi memang kini sibuk berbincang dengan Putri, tapi cewek SMA itu juga masih memikirkan tentang Baron, hampir setiap waktu ia sibuk bergurau dengan cowok heboh itu, apa benar cowok itu yang tepat untuknya.

Beberapa hari setelah itu, tepat dihari sabtu, dikelas yang ramai, Putri dan Radit duduk berduaan, mereka sedang berunding, karena sabtu itu mereka sepertinya ingin bercinta lagi. mereka sibuk berbincang bincang, sambil sesekali melihat teman temannya sibuk bergurau didepan kelas.

“Mana ada beruang masuk tivi…”,
“ada keleus, kalau beruang, pasti banyak yang tertarik, jadi terkenal masuk tivi”,
“itu Ber-uang kali, dasar Baron”, “kan bener, tapi ada beruang yang gak terkenal dan juga gak masuk tivi”, “beruang apa tuh?”,
“ya elu itu mi, beruang gendut sekolahan, hahaha” Baron seketika lari,

“heeh, kurang ajar lu, Baroon!” Umi berlari mengejar baron, tak salah mereka memang benar benar heboh sendiri, teman temannya sudah terbiasa dengan hal itu, mereka tak bisa menyembunyikan gelak tawa mereka, saat melihat Umi dan Baron sibuk bergurau.
“hahaha, liat tuh yang, mereka itu selalu bersama, tapi gak pernah akur”,

“Bener kamu Dit, padahal udah dibilangin, baron itu udah pantes jadi pacarnya si Umi” Radit kaget, Putri yang cantik itu berpikiran sama dengannya.

“eh, kita sehati loh yang, pas kerumah Baron aku juga sempet nyuruh Baron nembak si Umi”,
“eeh, pas banget yang, aku juga sempat bilang Umi pantes sama Baron”,
“waah, aku punyaide nih”, Radit kemudian menghadap kearah Putri, lalu mereka segera berbincang bincang, seperti membuat suatu strategi. Beberapa menit kemudian guru sudah datang, penduduk kelas itu segera duduk ditempat duduknya masing masing.

Pelajaran segera dimulai kembali. “Umi, nanti kamu kerumahku bisa?”,

“ngapain Put?”,
“temenin aku , dirumah lagi sepi, aku ditinggal keluar kota”,
” mmm… gimana ya?”,
“ayo lah, sehari ini aja deh”,
“oke deh, bisa bisa”,
“hehe, siip” Putri senang sekali Umi mau mengunjunginya nanti.

beberapa jam berlalu, mereka semua sudah selesai belajar, mereka segera pulang.

“Ron, sini bentar deh” Radit yang sudah membonceng Putri itu memanggil Baron,
“apa Dit?”,
“nanti kerumah ku ya, aku ajarin main gitar, aku kasih trik baru”,
“wah, tumben Dit, oke deh, tunggu ya dirumah”,
“oke deh, sip ron”,
“daaaah” Putri juga berpamitan pada Baron, Radit dan Putri sudah pergi meninggalkan Baron.

Baron sempat heran, tapi ia segera pulang saja, karena nanti ia akan pergi kerumah Radit.

“hai Putria..” Hari sudah menjelang sore, Umi sudah tiba dirumah Putri, berbeda dengan disekolah, Umimemakai kaos dan celana pendek, dan ternyata cewek itu cukup mempesona, meski tak seseksi Putri. – Cerita Dewasa

“haai, yuk masuk” Umi segera masuk kerumah Putri yang mewah.
“wah, beneran sepi ya Put”,

“iya, sini mi, nonton tv sama aku” mereka berdua sudah sibuk menonton tv, sambil sesekali menggosip. Ditempat lain, Baron juga sudah tiba dirumah Radit, tapi ia harus membangunkan temannya yang tidur itu,

“Briaan, bangun”,
“hmmh… iya iya”,
“katanya mau latih gue main gitar, malah tidur”,

“iyaa, bentar mandi dulu aku…” Radit segera pergi mandi, ia meninggalkan Baron dikamarnya. Baron sempat heran, ia tak melihat gitar milik Radit yang selalu digunakan untuk berlatih.

Beberapa menit setelah itu, Radit sudah kembali kekamar, dan segera berpakaian.
“Radit, mana gitarmu?”,

“ooh, iya ron, lupa, gitarku dirumahnya Putri”,
“ya elah broo”, “santai santai, kita ambil aja kesana”, baron melihat temannya itu sudah sibuk berpakaian.
“Oke deh, tumben gitarmu sampai ditinggal”,
“iya, kemarin Putri minta belajar juga”,
“ooh, oke deh, yuk” Setelah itu Baron sudah pergi bersama Radit menuju rumah Putri.
“yang, bukain pintu” Putri mendapat pesan dari Radit,
“Bentar ya mi”,
“iya…” Putri pergi kedepan rumah, lalu membuka pintu rumahnya, dan melihat Radit sudah berdiri bersama Baron,
“Sore sayang… cup” Putri langsung mencium Radit, tentu baron heran, pasangan itu tak menggubris kehadirannya. “iya sayang, eh, sorry ron, kebiasaan”,
“eh, ada baron juga”, “i… iya gak papa”,
“yuk masuk” Baron dan Radit sudah masuk kerumah itu bersama Putri.

Setelah masuk, Baron yang pertama kali kaget, ia melihat sosok yang familiar,

“Umi… ada yang dateng nih?”,
“hmm? waah, Radit, heeh!” setelah umi melihat, segera ia kaget, tentu Baron juga kaget.
“Umii? kok disini?”,
“Ron?” Radit dan Putri hanya tersenyum melihat dua temannya itu kaget.

Radit mengambil gitarnya yang disimpan dirumah Putri itu, Putri pergi kedapur mengambil minuman. Baron sudah duduk disebelah Umi, berbeda jauh dengan disekolah, Baron dan Umi tampak sedikit canggung, iya memang mereka tak pernah bertemu diluar sekolah.

“mmmm… Umi, sering kerumah Putri ya?”, “gak juga kok, ini tadi disuruh nemenin dia, keluarganya lagi keluar”,

“mmm… gitu ya” Baron sesekali melihat Umi, ia sedikit heran, ternyata cewek yang selalu ia ajak bergurau itu ternyata cukup mempesona, dengan balutan pakaian minim. “Kamu… sedang apa kesini sama Radit?”,

“anu… itu… aku sebenarnya lagi latihan main gitar bareng Radit, tapi gitarnya ketinggalan disini”,
“hmm… gitu ya…” Baron dan Umi mulai bingung, kenapa mereka tak bisa seheboh biasanya, seperti disekolah.
“Ron, yuk latihan, disini aja gimana? males main dirumah”,
“oh, tapi Dit…”,
“ini diminum ya guys…” Putri datang membawa minuman jus jeruk, memotong perkataan Baron.
“Udah ron, disini kan enak, tenang juga ada yang nemenin, hehe”,

“terserah deh Dit…” Baron segera mengambil gitar yang ada ditangan Radit, ia mulai melantunkan nada nada yang sudah lama ia latih.

“mi, diminum dong, enak loh coba deh”,
“oh, iya iya…” Umi segera meminum minuman yang disediakan oleh Putri.
“sip ron, udah bagus loh” Radit melihat Baron bermain gitar tak biasanya, lebih baik dari biasanya.

lantunan nada yang menarik itu tak bisa ditolak untuk didengarkan, Umi terpaku melihat Baron bermain gitar, cewek itu sebenarnya menyukai cowok yang bisa bermain gitar. Putri melihat Radit, lalu mengedip kan matanya, Radit kemudian tersenyum, ia tau rencana yang ia buat bersama Putri berjalan mulus. – Cerita Mesum

“Huh, gimana Dit?”,
“mantep Ron, sekarang butuh vokalis nih, yuk kamu gitarin”,
“iya ron, aku sama Umi yang nyanyi deh” Baron dan Radit kini duduk didekat Putri dan umi.

Baron pertama masih ragu, tapi ketika ia sudah memainkan gitar itu, Putri dan Radit mulai bernyanyi, Umi yang sudah tersenyum manis itu ikut bernyanyi.

Mereka berempat cukup gembira, sore itu mereka bisa meluangkan waktu bernyanyi dan menikmati momen bersama.

“huuh, Baron memang hebat”,
“yeey, seru ya” Radit dan Putri tampak senang.
“Ternyata kamu hebat juga ya ron” Umi tersenyum manis kepada Baron,
“aah, biasa aja mi, hehe”,
“eit, sekarang aku yang main, kalian nyanyi ya”,
“siaap” Baron segera melantunkan nada indah dari gitar itu, lagu yang familiar itu dengan mudah membuat mereka bernyanyi. “Jika memang dirimulah tulang rusukku..”,
“kau akan kembali pada tubuh ini…”
“ku akan tua dan mati dalam pelukmu, untukmu seluruh nafas ini…” Mereka bernyanyi dengan asyiknya, Baron dan Umi sampai terbawa suasana.

Putri dan Radit benar benar gembira, mereka berhasil mempertemukan dua orang yang seharusnya sudah berpasangan itu.

“mantap yang… hehe… cup…” Putri kembali mencium Radit, Umi seketika menyembunyikan senyumnya,
“hehe, iya Putri sayang, gih ron main lagi”,
“oke Dit…”, ” Radit sayang… anterin aku keluar bentar dong”,
“kemana yang?”, “beli makan, laper nih”,
“ooh, oke deh, baron sama Umi disini aja yah”,
“eh, Dit, tunggu”,
“udah, main aja, mantepin ya ron”,
“Put, kok…”, “bentar kok Mi, jangan pulang yaa…” Radit dan Putri sudah keluar rumah, mereka pergi membeli makan, meninggalkan Umi dan Baron.

baron bermaing gitar sendiri, Umi tampak masih bingung harus berbuat apa. Baron menyadari Radit dan Putri memang sudah bersekongkol agar ia bertemu Umi. Baron memilih memberanikan diri, ia tak mau temannya kecewa.

“Umi…”, “iya ron?”,
“kamu yang nyanyi dong, aku yang musik in”,

“mm… oke deh…” Baron mulai melantunkan nada dari gitar itu, Umi tampak mulai bernyanyi, tak lama mereka sudah bisa bernyanyi bersama, senyum diwajah mereka tak bisa disembunyikan.

“Umi… ternyata kamu pinter nyanyi yah…”,
“hehehe, kamu juga jago main gitar ron”,
“hehe, mm… baru kali ini, kita ketemu gak rame sendiri yah…”,
“iya ron, aku heran sendiri…”,
“mm… Umi, aku mau minta maaf”, “kok minta maaf?”,
“iya, aku kan sering ejekin kamu dikelas”, “haha, gak papa ron, udah biasa, kalau gak gitu mana rame kelas kita?”,
“hehehe, iya juga sih…”,

“aku juga minta maaf Ron, kamu sebenarnya menarik juga kok, hehe” Baron tak tau, rasa yang menggembirakan itu mengalir dalam tubuhnya.

“hehe, kamu juga cantik banget sebenarnya mi…”,
“masak sih ron? cantik dari mana coba?”,

“cantik luar dalam, apalagi suara kamu tuh…” Umi heran, ia malah makin mendekati Baron, ia sungguh tertarik pada cowok SMA itu.

“suaraku gimana ron? gemesin yah?”,
“mm… iya, terus wajah kamu…”,
“… cantik gak sih aku ron?”,
“… cantik kok mi, kamu…” entah bagaimana, Baron dan Umi sudah bertatap muka dengan dekat, nafas mereka saling bertabrakan, Baron tak tau lagi apa yang akan terjadi. Umi menutup matanya, sambil membuka bibirnya, Baron mengikutinya lalu…
“cup…mmm…” Baron dan Umi berciuman, hati mereka berdua berdegup kencang.

sungguh mereka tak tau rasa apa yang ada didalam hati mereka. Sekali cium, mereka kemudian membuka mata, lalu tiba tiba saling menjauh. Baron dan Umi terdiam sebentar, wajah mereka memerah. Ketika mereka kembali saling pandang, baron memberanikan diri berbicara dulu. – Cerita Ngentot

“mmm… Umi…”,
“iya ron…”,
“sebenarnya… aku… suka banget sama kamu… saat kita bergurau, terasa nyaman banget sama kamu…”,
“… iya ron, aku… juga suka sama kamu…
” Baron lalu mendekati Umi, ia pegang tangan cewek itu,
“mm… Umi, mau gak kamu jadi pacarku?”, Umi dan Baron sudah berbicara sesuai hati nuraninya.
“… Aku… mau ron… jadi pacar kamu…”, mereka kemudian tersenyum manis,
“terima kasih umi… cup” Baron mencium tangan Umi itu, mereka benar benar romantis.

“Cie ciee… Piewwiit”,
“akhirnya… jadian juga…” Umi dan Baron seketika kaget, lalu melepas pegangan tangan mereka.
“loh, Radit, Putri…” Radit dan Putri sudah duduk sambil tersenyum dibelakang Baron dan Umi, ternyata mereka sudah tiba sedari tadi. Umi terdiam malu,
“loh, kok gitu… ayo dilanjut”,
“haha, Radit sayang, biarin mereka ah, yuk kita ke kamar aja…”,
“iya deh, gih dilanjutin ron” Radit dan Putri pergi menuju kamar, tentu membuat Umi heran.
“mm… Umi…”,

“i…iya ron”, “kita… pacaran beneran kan nih?”, Umi kemudian tersenyum manis, ia tau Baron benar benar mencintainya. “Iya baron, kamu pacar aku sekarang…”, baron tersenyum lega, ia sudah melepas masa lajangnya.

“Aaaahn… pelan aja dong yaaang” Suara Putri terdengar sampai ditelinga Umi dan baron. baron seketika geleng geleng, ia sungguh heran, Radit memang sudah gila.

“mm… Baron, itu… mereka…”,
“iya mi, mereka udah mulai tuh pasti, dasar Radit”,
“wah, mereka gila bener yah”, “iya… mm… Umi…”, “iya, Baron sayang…” Umi tersenyum memandang Baron,
“mm… nanti… kalau disekolah jangan berubah yah”,
“berubah gimana?”,

“aku… pengen kita tetep heboh seperti biasanya, mungkin… hubungan kita biar Radit dan Putri aja yang tau…” umi terdiam sebentar, tapi ia tau apa yang dimaksud oleh Baron.

“Iya sayang… aku tau kamu ingin kita tetep asyik dikelas… dan temen temen gak ikutan shock, masak yang selalu ribut malah pacaran”,
“hehe, iya, okee, janji ya?”,
“janji deh, hihi” baron dan Umi mengambil keputusan bulat, mereka memang pacaran, tapi yang lain tak akan tau, dan mereka pasti akan tetap heboh dikelas.

Didalam kamar, Radit sudah sibuk menciumi Putri itu, iya memang cowok SMA itu sudah sangat menunggu momen nikmat itu lagi.

“cup…mm…cup”,
“Radit sayang… mmh…cup”

Radit memang sangat bersemangat, begitu juga dengan Putri. Umi dan Baron yang sedang bercakap cakap itu jadi kehilangan fokus.

“aduh, mereka asyik bener sih”,
“mm… ron, kita samperin yuk…” Umi ternyata penasaran, tentu Baron sebenarnya juga begitu,
“aku penasaran juga sih, yuk liat” mereka pelan pelan mendekati kamar, lalu mengintip dari pintu yang ditutup setengah itu.

Umi dan Baron seketika kaget, mereka melihat Radit sudah sibuk bercumbu dengan Putri, bibir mereka bertemu, lidah mereka tampak beradu, sungguh mereka kagum.

“cup…aahn… Radit, bukain bajuku yang…”,
“iya sayang…mm…” Radit melepas baju dan BH yang dipakai oleh Putri, tubuh mulus dan buah dada montok itu segera membuat Umi dan Baron ikut kagum.

Umi melihat Baron begitu melotot melihat keindahan tubuh Putri, ia senggol pacarnya itu, lalu Baron tersenyum sambil menganggukan kepalanya. mereka melanjutkan aksi menonton itu, kini baron sudah sibuk menciumi bahu dan leher Putri, lalu buah dada montok itu diremas tangan Radit.

“Aahn… terus yang… oooh”,

“cup…mm… cintaku… seksi banget deh… mmm” baron benar benar iri dengan Radit, temannya itu begitu asyik mencumbu Putri yang seksi itu.

Umi tampak heran, adegan yang dilakukan Putri dan Radit membuatnya tertarik. Radit sekarang sudah mulai menciumi tubuh mulus Putri, Baron dan Umi baru mengetahui ternyata temannya itu sudah ahli bercinta.

Putri yang menikmati cumbuan Radit itu tampak mendesah,

“Dit, ouh…mmh… eh, liat tuh yang”, “hmm? eh, ada yang ngintip, haha, pengen ya?” Baron dan umi kemudian tersenyum,
“hehe, sori Dit, udah lanjut aja…”,
“haha, liat nih ron, ditiru juga boleh…mmm” Radit kembali menciumi Putri, Baron geleng geleng kepala melihat temannya yang beruntung itu. Beberapa detik berlalu, Astrid tampak sudah terangsang,
“aahn… Dit, bukain yang bawah dong…”,
“siap sayang…” Radit segera melucuti celana yang dipakai Putri, kini ceweknya itu menggunakan celana dalam saja. Sudah terlihat basah, Radit segera menempelkan jarinya, dan mengelus bagian basah dicelana dalam Putri,
“ooh, aahnn…” Baron dan Umi masih menonton, mereka tampak sedikit tertarik untuk mencoba.

Umi menyadari dirinya belum pernah dielus dengan asyik seperti Putri, ia kemudian melihat Baron, Umi kemudian tersenyum lebar, melihat ada yang tegak dicelana pacarnya itu.

“Aduh, Umi…” Baron tiba tiba terusik, karena Umi menyenggol kontolnya yang tegak dicelana.
“Ron, kamu… pengen juga gak?” Baron tiba tiba hatinya tergetar, ia segera memutar pandangannya, menuju Umi yang setiap hari bergurau dengannya itu. Baron kemudian mengajak Umi kembali keruang tengah.

“Umi, kamu… belum pernah yang begituan tadi itu?”,
“yang real baru lihat ini ron, asyik sendiri mereka berdua tadi”,
“iya… mmm… sini dong…” Umi tau apa yang ingin dicoba oleh Baron, cewek itu segera mendekati Baron.
“iya Baron sayang?”, “cup…mm…” Baron kembali mencium Umi, tentu Umi membalas dengan mesrah, mereka kembali bercumbu.

Bedanya kini Baron memeluk erat tubuh Umi, buah dada cewek itu menempel ditubuh Baron.

“cup..mmh…mmm”, “mm…aah… buah dada kamu gede ya yang” Umi tiba tiba menghentikan aksi ciuman itu. Umi tersenyum heran kepada Baron,
“yang, masak baru hari ini kamu tau?”,
“nggak sih, dulu kan gak berani…”,
“sekarang berani ya? haha, aku kasih liat deh” Baron terlihat begitu senang, ketika Umi melepas baju dan bhnya.

Buah dada montok kini terpampang didepan Baron, memang milik Umi lebih besar dari Putri,

“Yang, liatnya jangan gitu, malu…” Umi tampak malu malu mau, ia menyilangkan tangannya dibawah buah dada montoknya. “kok malu yang, kamu… asli mempesona, duh… kok gak dari dulu ya…” Baron sudah melongo berat, ia terpesona dengan buah dada montok serta puting coklat milik Umi.
“Hehehe, salah siapa juga, kan…aaahn!” Baron memencet puting Umi, tentu cewek itu kaget,
“eh, sakit ya yang?”,
“nggak kok, kaget aja, terusin ron, biar gak penasaran…” mendapat persetujuan, Baron segera beraksi, ia kini berani memegang buah dada montok milik Umi.

Dielusnya dengan pelan, juga ia sesekali meremas gundukan kenyal milik Umi itu,

“Umi, makasih, aduh aduh…” Umi tersenyum, ia tau Baron pasti sudah lama ingin mengelus buah dada.

“Aaahn… geli deh, hehe” Umi merasakan sensasi yang baru pertama ia tau, saat Baron meremas buah dadanya, jari jari baron membuat rasa geli dibuah dada Umi itu. – Cerita Sex Terbaru

“uuh, gemes banget, cup… mmm” Baron kini menciumi buah dada Umi, sesekali ia jilati gundukan kenyal itu, Baron dan Umi sudah mulai terangsang.

“Aaahn… Baron sayang…ouh” Umi yang mulai tertarik itu ikut beraksi, ia membuka resleting celana Baron, lalu tangannya masuk, dan menangkap kontol tegak pacarnya itu,

“ouh… yang itu, oh”,
“wa…wah, keras banget ron” Umi baru pertama kali memegang kontol, ternyata begitu tegak, dan berdenyut hebat.

“uuh… coba mi… digesek dikit….oooh” Umi yang menggerakkan tangannya perlahan itu membuat Baron merem melek, karena gesekan nikmat itu sudah lama ditunggu oleh Baron.

Baron dan Umi memulai, sedang Radit dan Putri kini dikamar malah sudah mulai bersenggama.

“Aahn… Radit… sayang…ouh” Putri sudah mulai mendesah, karena Radit sudah ada diatas tubuhnya, dan terlihat kontol pacarnya itu melesat keluar masuk meki basahnya, Putri merasa bila ditusuk langsung tanpa pengaman ternyata lebih nikmat.

Kontol Radit itu tak dipakaikan kondom, Kini Radit merasakan perbedaan ketika ia menggesek meki Putri dengan kontolnya, secara langsung lebih berasa.

“ooh… enak banget yang kalau gk pake kondom ya…uuh”,
“nnh…ouh…mmh… iya iya…uuhhf” Putri tubuhnya terus bergoyang, hasil dorongan maut kontol Radit menusuk mekinya.

Suara Desahan dan tubuh mereka yang bertabrakan bisa didengar Umi dan Baron diluar kamar itu.

“mm…mm…oohm…mmh”, “uuh… enaaak banget Umi…” baron ternyata sekarang sedang duduk sambil kontolnya diemut oleh Umi, tapi setelah mendengar suara Radit dan Putri yang tampak sudah asyik itu, Baron jadi ingin segera mencoba juga.
“ooh… mmh… Umi… Putri sama Radit… udah ngesex kayaknya…”,
“mm…mm? iya tuh, biar deh…aduh!” Croot croot, tiba tiba Baron menyemburkan sperma dari kontolnya itu kewajah Umi.
“Aduh…uuhf… maaf umi sayang, gak tahan…”,
“uuh… gak papa kok, hmh… mereka, asyik bener suaranya…” Umi dan Baron mendengar jelas Radit dan Putri sedang bercinta dengan asyiknya.

Memang saja, Radit kini menggesek dengan cepat meki Putri itu, sleeb sleeb sleeb, Radit memuaskan hasrat seksnya, dan tampak Putri juga menikmati.

“Aahn… Sayang… mmh… gila deh…ouh”,
“ooh… mantep kan yang… aku cinta kamu Putri…oooh” Radit makin cepat menggesek meki pacarnya itu.
“Umi… kamu… siap kan?”,

“i…iya Baron…nnnh…Aaahn!!” Ternyata Baron sudah ngebet juga, Umi tiduran dikarpet, Baron memasukan kontolnya kemeki cewek montok itu, dan sleeb, Umi merasakan keperawanannya diambil Baron.

“oooh…woow…mmmh” baron mendapat keperawanan Umi, cewek yang merangkulnya erat karena menahan sensasi pertama ditusuk mekinya.

“ah…ah…ah…oooh!” Ternyata erangan Umi lebih keras dari yang lain, Radit dan Putri sampai sempat kaget,
“Buah, yang diluar udah mulai juga, uuh”,
“mmh… yees… aku jadi seneng yang…”,

“ya udah, aku kelarin deh ya Putri sayang… mmh” Radit menggenjot Putri dengan cepat, sembari merangkul cewek cantik itu, beberapa menit kemudian, Radit mencabut kontolnya dari meki Putri, lalu Crooot croooot, sperma menyembur dari kontol Radit yang baru keluar dari meki Putri, Sperma menyembur kekasur dan tubuh Putri.

“oooh… mantep yang…mnnh…uuh…”,
“ooh…huft… makasih Putri sayang…” Radit dan Putri istirahat sejenak, sambil mendengarkan suara desahan Umi yang menggelegar.

“Aah!… Baroon…aahhnn”,

“ooh… mmh…sshh…” Baron menggerakan kontolnya maju mundur, meski tak terlalu cepat, baron sadar memang Umi baru pertama beraksi, begitu juga dirinya.

Meki sempit itu memang jadi satu hal yang membuat Baron sadar akan kenikmatan bersetubuh. Buah dada montok milik Umi itu dipegangi oleh Baron, begitu kenyal dan montok, bergoyang terus meski sudah ditahan oleh tangan Baron.

“ooh… Umi… cintaku…ouuuh”, baron makin menggebu gebu, ia mencoba mempercepat gesekannya, Umi tampak memeluk Baron dengan erat kembali,
“aahn… sayang….auuuh” Baron terus beraksi tanpa melihat yang lain.

menit demi menit, baron memandang wajah Umi yang berbeda, tampak begitu terhipnoPut karena gerakan kontolnya yang menusuk meki Umi.

“Umi… kamu yang terbaik… uoooh”,
“iya Baron… mmh… ahn…”,

“hhnn… aku mau keluar, aduh…mmnnh” baron untung sempat mencabut kontolnya dari meki Umi, Croot crooot crot, Sperma menyembur keperut dan buah dada montok milik Umi itu, – Cerita Mesum

“ouuh… Baron…ooh…mmh” baron dan umi sempat terdiam sejenak.

“Wow, luar biasa memang kalian…” Baron kemudian kaget, ternyata Putri dan Radit sedang asyik duduk dan menonton aksinya tadi.

“Radit! sejak kapan…”,
“hehe, dari tadi lah, haha…” Radit dan Putri sudah memakai pakaian dalam meski, tampak masih berkeringat setelah bersetubuh.
“Umi… ckckck… gimana gimana?” Putri mendekati Umi,
“nnh… Putri… uuh… lelah juga ya… ngeseks itu…”,
“hehe, makin dicoba makin enak kok, ntar juga biasa…”,
“hnnh… gitu ya…”.
“Ron, haha, pecah telor deeh”,
“haha, iya Dit” Radit menjabat tangan baron yang masih lelah itu.
“Hehe, oke oke, jadi, Fix nih, Baron sama Umi pacaran”,
“hehe, iya, iya kan Umi?”,
“iya Baron sayang… huuh”, “aduh, kok aku ditabok sih yang”,
“nakal sih, bilang dulu kek tadi pas mau keluar isi kontolmu itu…”,
“duuh, kan baru coba, untung juga gak aku tembak didalem, ntar makin gendut kamu…”,
“heeeeh, huuft… Baron…” baron sudah sibuk seperti biasa bersama Umi, ribut sendiri, namun mereka tau itu bukti cinta mereka.

Radit dan Putri sempat tertawa kecil, melihat Baron dan Umi itu, mereka tau ini bakal menjadi cerita cinta mereka yang seru, bersama teman dekatnya juga. Kisah Cinta dua pasangan itu akan terus berkelanjutan, sampai takdir yang menentukan.

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, Selingkuh, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016    

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online