vimax obat pembesar penis
iboqq-728x90 Bandar Q bandar poker bandar poker

Balo Goal Bandar Bola
resizedimage-phpayoqq agen bandarq online resizedimage-phpagenqq
situs poker
Home » Cerita Sex Istri » Cerita Sex Surga Dunia

Cerita Sex Surga Dunia

Alt/Text Gambar ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Orisex web dewasa yang berisikan cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot terbaru 2016 – Banyak yang bilang bahwa aku lebih cantik daripada Tika. Tubuhku juga sedikit lebih tinggi daripada Tika. Tapi aku tak pernah menggubris pujian-pujian seperti itu, karena Tika itu adik kandungku. Dan aku tak mau bersaing dengan adikku sendiri.
Cerita Sex Surga Dunia 
Cerita Sex 2016, Cerita Sex Terbru, Cerita Dewasa
Cerita Sex Surga Dunia – Ist
Setelah Bang Deni memberiku rumah kos di dalam gang itu, hidupku terasa tenang. Terlebih setelah Bang Deni membeli tanah kosong, yang lalu dibangun rumah kos baru yang letaknya di pinggir jalan besar, semangatku semakin berkobar. Rumah kos baru itu terdiri dari dua lantai, semuanya berjumlah empat puluh kamar. Duapuluh kamar di lantai bawah, duapuluh kamar di lantai atas. Fasilitasnya jauh lebih lengkap jika dibandingkan dengan rumah kos yang di dalam gang itu. Tiap kamar ada kamar mandi dan toiletnya.
Cerita Sex Terbaru |  Tiap kamar ada kulkas kecil dan tv LED 22 inch yang ditempelkan ke dinding sehingga tidak menyita ruangan. Memang kalau dibandingkan dengan wisma kos punya Tika, rumah kos baru itu tidak ada apa-apanya. Tapi buatku sudah cukuplah. Terlalu besar juga susah merawatnya. Di samping rumah kos yang baru itu ada rumah kecil yang dibangun terpisah. Rumah yang hanya ada dua kamar tidur, masing-masing ada kamar mandi dan toiletnya. Tentu ada ruang tamu, dapur dan ruang makannya juga, meski tidak modern dan mewah seperti rumah Tika.
Setelah aku tinggal di rumah baru itu, Bang Deni membelikanku sebuah sedan matic yang benar-benar baru. Dalam soal nyetir, sebenarnya aku sudah mahir sejak masih tinggal di Batam. Tapi Bang Deni tetap membelikanku sebuah mobil matic, supaya tidak bete kalau melintasi jalan macet, katanya. Bang Deni yang sudah menjadi suamiku (meski cuma lewat nikah siri), makin lama makin terasa kebaikannya. Ia begitu peduli padaku, sehingga sampai hal sekecil apa pun ia pikirkan. Tapi pTikakahan siriku dengan Bang Deni tetap kurahasiakan. Orang tua dan adik- adikku di Batam tidak ada yang tahu bahwa aku sudah jadi istri muda Bang Deni, sementara istri pertamanya adalah Tika, adik kandungku sendiri.
Bahkan pamanku yang di jakarta juga tidak pernah kuberitahu bahwa aku sudah nikah siri dengan suami Tika. Karena perkawinanku dengan Bang Deni masih dirahasiakan, maka aku berusaha untuk tidak hamil dulu. Karena kalau aku hamil, pasti keluarga besarku akan menanyakan siapa suamiku? Dan kalau dijawab sejujurnya, mungkin keluarga besarku heboh, karena pTikakahanku dengan Bang Deni, di mana aku jadi madu adikku sendiri, jarang terjadi di negaraku ini. Kebetulan Bang Deni pun setuju. Bahkan ia mengantarkanku ke tempat praktek seorang dokter spesialis kandungan, untuk menjaga agar aku tidak hamil dulu.
 Cerita Sex Hot Surga Dunia
Setelah mendapat suntikan anti hamil untuk jangka waktu tertentu, aku jadi leluasa meladeni Bang Deni jika ia ingin menggauliku. Tanpa takut hamil, tanpa takut ada pertanyaan dari orang tua dan keluarga besarku. Memang pTikakahan siriku dengan Bang Deni dinyatakan sah, karena yang diharamkan adalah pTikakahan dengan lelaki yang tidak batal wudhu, kata penghulu yang menikahkanku saat itu. Sedangkan aku dengan Bang Deni termasuk batal wudhu, jadi boleh menikah. Tapi di Indonesia mungkin pTikakahanku dengan Bang Deni masih dianggap janggal.
Karena itu aku ingin tetap merahasiakannya sampai merasa keluarga besarku akan menerima kenyataan ini. Ohya, setelah aku dan Bang Deni nikah siri, aku pun membiasakan memanggilnya “Bang”, karena biar bagaimana pun ia sudah menjadi suamiku, sudah menjadi sosok yang harus kuhormati dan kucintai dengan sepenuh hati. Jadi aku sama seperti Tika memanggilnya Bang atau Abang. Lagian kalau dilihat dari umur juga, ia beberapa tahun lebih tua dariku. Maka wajarlah kalau aku memanggil Bang padanya.
Dahulu aku memang memanggil namanya langsung, karena ia itu adik iparku. Tapi sekarang ia telah menjadi suamiku, gak enak kalau aku main panggil namanya langsung. Sejak aku ikut program kabe suntik, suamiku jadi sering tidur di rumahku. Mungkin karena merasa jadi leluasa menggauliku. Leluasa pula melepaskan spermanya di dalam kewanitaanku. Bahkan ia sering membawa plat dvd porno, diputar dan ditonton bersamaku, lalu mengajakku bersetubuh. Aku pun selalu melayaninya dengan sepenuh hasrat birahiku.
Tapi plat dvd yang diputarnya bukan berisi hubungan sex yang biasa-biasa saja. Ada yang tukar pasangan, ada pula yang perempuannya disetubuhi oleh dua orang lelaki secara bergiliran. Dan entah karena terpengaruh oleh isi dvd-dvd yang diputarnya itu, atau memang ada alasan lain, entahlah. Yang jelas pada suatu malam suamiku berkata,
“Tau gak…aku sering membayangkan kamu sedang digauli pria lain di depan mataku, lalu aku cemburu…tapi di balik cemburu itu aku jadi terangsang sekali untuk menyetubuhimu, sayang.”
“Ngaco ah!” sahutku sambil mencubit lengan Bang Deni.
“Aku serius, sayang,” kata Bang Deni sambil menciumi pipiku,
“sebelum menyetubuhimu, aku sering membayangkan ada pria lain menyetubuhimu, lalu aku cemburu…dan di balik cemburu itu aku seperti mendapat rangsangan hebat…”
“Iiih…emangnya udah gak cinta lagi sama aku ya?”
“Ini masalah sex. Bukan masalah cinta. Kalau mau mengikuti jalanku, silakan pilih, mau tukar pasangan atau mau threesome saja?”
“Dua-duanya aku gak mau,” kataku lugas.
Namun diam-diam kuperhatikan suamiku dengan sudut mataku. Kelihatannya ia seperti kecewa, lalu tertunduk lesu. Pada hari-hari berikutnya, kalau sedang berdua di dalam kamar, selalu saja ia mengemukakan hal yang sama. Yang intinya ingin melihatku disetubuhi lelaki lain, lalu ia menjadi cemburu dan di balik kecemburuan itu akan timbul rangsangan hebat, untuk menggauliku dan menggauliku terus. Namun aku selalu mengatakan tidak mau. Bahkan aku pernah berkata,
  Cerita Dewasa Surga Dunia
“Sana cobain aja Tika yang digauli pria lain. Siapa tau dia mau?”
“Tika sudah sering mengikuti keinginanku. Makanya hubungan seks dengannya selalu menggebu-gebu,” sahutnya.
Membuatku terkejut, karena Tika belum pernah mengatakan hal itu padaku, mungkin karena hal itu merupakan rahasia pribadinya.
“Apa?! Tika sering diajak begituan dengan pria lain?” tanyaku dengan nada tinggi.
“Iya,” Bang Deni mengangguk,
“Kalau gak percaya tanya aja sama dia. Emangnya dia gak pernah bicara masalah itu?”
“Gak pernah,” sahutku dengan pikiran tak menentu.
“Dan kami rukun-rukun aja sampai sekarang kan?” Pada saat itulah pertahanan pendirianku mulai goyah. Dan tanyaku,
“Emangnya pasangan siapa yang mau diajak tuker- tukeran gitu?”
“Untuk yang pertama, aku akan mengajak orang yang pernah jumpa denganmu,” sahutnya,
“Masih ingat waktu kujemput dari bandara, lalu kita berhenti di Cianjur untuk membeli manisan buah-buahan pesanan Tika? Pada saat itu kita ketemu dengan temanku bersama istrinya kan? Masih ingat?” Aku mengingat-ingat sebentar. Lalu kataku,
“Ya…teman Abang yang namanya Jacky itu kan?” “Kukuh, bukan Jacki.” “Hihihi…iya, iya. Ooo, jadi ceritanya pengen nyobain istri Kukuh itu kan?”
“Nggak,” ia menggeleng,
“Bukan itu intinya. Kalau soal istrinya, jujur aja, aku sudah pernah merasakannya. Kukuh sengaja memanggilku untuk menggauli istrinya.”
“Ohya?!”
“Ya…dan sekarang giliran dia yang akan kupanggil untuk menggaulimu, sayang. Kebetulan dia juga mengagumimu ketika ketemu di Cianjur itu.””
“Ih, emangnya sudah ada komitmen dengan orang itu?”
“Tidak ada komitmen apa-apa. Sekarang aku memang menghendakinya. Karena kebayang fantastisnya menyaksikanmu digauli oleh temanku itu.” Malam itu pun aku belum bisa menerima ajakan suamiku.
Aku pun tak mau menanyakannya kepada Tika, tentang benar tidaknya ia pernah diajak tukar pasangan seperti yang diceritakan oleh suamiku. Karena mungkin hal itu merupakan hal yang dirahasiakan oleh Tika. Tapi aku jadi teringat pada waktu Tika sengaja mengajakku “mengeroyok” Bang Deni. Yang kata Bang Deni termasuk threesome FFM. Ya…aku masih ingat benar, bahwa pada saat itu baik Tika maupun Bang Deni tampak biasa-biasa saja, seolah tiada yang aneh dalam hubungan seksual seperti itu. Padahal aku terjengah-jengah pada saat itu.
 Cerita Mesum Surga Dunia
Setelah mengingat-ingat kembali peristiwa itu, aku jadi percaya pada ucapan suamiku. Tanpa harus diklarifikasi lagi kepada Tika. Bahwa Tika sudah pernah atau sering diajak threesome ataupun wife swap. Lalu apakah aku termasuk wanita kolot dengan sikap yang kuno, sehingga aku masih belum bisa menerima ajakan suamiku itu? Entahlah.
Yang jelas, pada suatu hari suamiku mengajak refreshing ke Puncak, ke villa yang bersejarah bagiku itu. Karena di villa itulah untuk pertama kalinya kubiarkan Bang Deni menyentuhku, menggumuliku dan menyetubuhiku. Di villa itu pula suamiku mendesakku lagi. Ia bermaksud akan memanggil temannya yang bernama Kukuh itu, untuk meniduriku di depan matanya. Dalam keadaan terdesak, akhirnya aku berkata,
“Kalau sekadar ingin membuatmu cemburu, aku mau…tapi sebatas ciuman aja ya.”
“Ciuman aja? Masa cuma ciuman aja?” cetusnya sambil membelai rambutku.
“Pokoknya jangan sampai penetrasi lah,” sahutku,
“Itupun harus ada janji dulu, bahwa di kemudian hari jangan menyalahkan aku, jangan sampai membuat hubungan kita jadi retak.”
“Aku jamin itu. Apakah selama ini ada ucapanku yang tidak sama dengan perbuatanku? Pokoknya kalau Kukuh sudah bersama kita, lakukanlah semua yang bisa kamu lakukan. Jangan canggung- canggung meski aku sedang bersamamu.” Aku terdiam.
Memang selama ini aku merasakannya sendiri, bahwa Bang Deni itu seorang lelaki yang ucapannya selalu sesuai dengan perbuatannya. Bahkan banyak kebaikannya yang tak pernah diucapkan sebelumnya. Tapi ajakan anehnya itu, apakah mesti kuikuti juga? Tak lama kemudian, Bang Deni mulai memeluk dan menciumi leherku. Aku mengerti kalau sudah begitu, pastilah ia hendak menggauliku. Maka sambil menepiskan pelukannya, aku berkata,
“Sebentar…aku mau pipis dulu ya. Dari tadi pengen pipis kutahan-tahan terus…”
“Iya…sekalian bersih-bersih dulu, biar lebih sip,” sahutnya sambil melepaskan pelukannya.
Aku mengangguk dengan senyum, lalu mengeluarkan sabun cair, handuk dan kimonoku dari dalam tas besarku dan melangkah ke dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi aku benar-benar pipis, lalu kusemprot kemaluanku dengan air hangat dan sekalian kusabuni, lalu kusemprot lagi dengan air hangat. Setelah terasa bersih, kutanggalkan seluruh pakaianku. Dalam keadaan telanjang bulat, aku masih sempat berkaca di depan cermin besar yang terpasang di dinding kamar mandi itu.
Kemudian kukenakan kimono sutra biruku, tanpa mengenakan apa-apa lagi di dalamnya. Supaya “mudah” suamiku menelanjangiku nanti. Gaun, beha dan celana dalamku kugantungkan di kapstok kamar mandi. Lalu aku keluar dari kamar mandi. Di dekat pintru kamar mandi, Bang Deni menyongsongku dengan pelukan dan bisikan,
 Cerita Ngentot Surga Dunia
“Kukuh sudah datang. Ayo kita temui dia di depan.”
“Ooh….aku belum pakai cidi dan beha,” ucapku dalam kaget dan bermaksud untuk kembali ke dalam kamar mandi lagi, untuk mengenakan CD dan BHku yang kutinggalkan di sana.
Tapi suamiku menarik pergelangan tanganku sambil berkata perlahan,
“Sudah..begitu aja…malah lebih bagus begitu…” Aku bertahan. Tidak kembali ke kamar mandi, tapi tidak pula mau melangkah ke ruang depan villa itu. Dan Bang Deni membujukku dengan lembut,
“Ayolah sayang…jangan mengecewakan aku…” Hah? Kalimat yang terlontar dari mulut suamiku benar-benar aneh di telingaku.
Jadi kalau aku malas-malasan menemui lelaki itu suamiku jadi kecewa? Entah apa yang sedang bermukim di hati suamiku itu. Tapi biarlah, aku akan mencoba mengikuti keinginannya, meski terasa sangat aneh bagiku.
“Aku gak janji sampai ML ya,” kataku sambil mengikuti langkah suamiku ke ruang depan villa.
“Kita lihat aja perkembangannya nanti,” sahut suamiku,
“Yang jelas aku mengijinkan kalau sampai terjadi ML. Bahkan aku ingin kamu bersikap lebih centil dari biasanya, jangan terlalu alim. Biar dia juga merasa enjoy bersama kita.” Di ruang depan teman suamiku yang bernama Kukuh itu tampak sedang duduk di sofa.
Dan langsung berdiri ketika menyadari kehadiranku. Menatapku dengan senyum…. Gila…memang tampan sahabat suamiku itu ! Dan senyumnya yang menggoda itu, membuatku degdegan. Terlebih ketika ia menjabat tanganku sambil berkata,
“Masih ingat kan? Kita pernah bertemu di Cianjur…”
“I…iya…” sahutku tergagap.
Suamiku mengajak duduk di sofa, dengan posisi diapit oleh mereka. Kukuh duduk di sebelah kananku, sementara suamiku duduk di sebelah kananku.
“Harap maklum kalau istriku ini masih canggung. Maklum dia belum pernah kuajak seperti adiknya, Jak,” kata suamiku kepada temannya.
“Iya,” Kukuh mengangguk,
“Tapi yang jelas…baik Tika maupun kakaknya ini sama-sama cantik dan sexy.”
“Emang udah kenal sama Tika?” tanyaku sambil mencoba mengusir kecanggunganku.
“Wah, bukan kenal lagi…aku dengan Bang Deni kan udah seperti saudara,” sahut Kukuh sambil memegang pergelangan tanganku, lalu mengelus telapak tanganku.
Aneh…elusannya membuatku merasa nyaman sekali.
“U…udah ngapain aja..sa… sama Tika?” tanyaku nervous, karena tatapan Kukuh itu benar-benar membuatku seperti tersihir.
“Tanya aja sama Deni. Udah ngapain aja Yad?” Kukuh memandang ke arah suamiku yang berada di sebelah kiriku.
Aku pun ikut-ikutan menoleh ke arah suamiku. Ingin mendengar jawabannya. Tapi suamiku cuma menjawab,
“Gak usah bahas Tika sekarang. Biar suasananya tetap nyaman. Tapi yang jelas, Tika pernah melahirkan. Sedangkan Erna ini belum pernah. Jadi…bisa diprediksi sendiri kondisi fisiknya kan? Hahahaaa….aku mau ambil minuman dulu di mobil.” Suamiku bangkit lalu melangkah ke luar.
Meninggalkan aku berdua dengan temannya yang tampan ini.
“Deni itu bijaksana,” kata Kukuh sambil melingkarkan lengannya di leherku,
“Dia pasti lama meninggalkan kita. Mungkin minum dulu di mobil…supaya kita leluasa, tidak canggung lagi.” Aku berusaha tersenyum manis, meski semakin degdegan.
Karena bibir lelaki tampan itu mendekati bibirku…makin dekat dan makin dekat, sampai akhirnya tiada batas lagi yang memisahkan bibirku dengan bibirnya. Oh…kenapa sekujur batinku terasa berdesir hebat ketika teman suamiku mulai melumat bibirku sambil memeluk leherku ini? Jujur, aku mulai terlena dalam buaian birahi. Sehingga aku tak tahu lagi sejak kapan Kukuh menyelinapkan tangannya ke balik kimonoku. Yang jelas, setelah tangannya berada di dalam kimonoku, ia bisa langsung memegang payudaraku karena aku tak mengenakan beha.
 Cerita Sex 2016 Surga Dunia
Dan ketika tangannya mulai meremas-remas payudaraku dengan lembut, aku semakin terbuai dan terlena. Remasan di bagian peka ini membuatku lupa daratan. Terlebih-lebih setelah ia menurunkan mulutnya ke arah payudaraku yang sudah disembulkan dari belahan kimonoku yang dikuakkan lebar-lebar ini. Oh…ini benar-benar menghanyutkan. Karena aku belum pernah selingkuh. Aku selalu setia kepada Bang Deni yang kucintai sepenuh hatiku.
Tapi apa yang sedang terjadi ketika teman suamiku sudah mulai mencelucupi pentil buah dadaku ini? Oooh…ini membuatku luluh dalam cengkraman hasrat birahiku ! Soalnya ketika lelaki muda yang tampan itu sedang menjilati pentil payudaraku, sambil sesekali mengisapnya, ooo…entah sejak kapan tangannya menyentuh kemaluanku yang memang tak bercelana dalam ini. Aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan ketika jemari teman suamiku itu sudah mengelus-elus permukaan kemaluanku, sementara mulutnya tetap asyik menggeluti puting payudaraku.
Aku hanya bisa pasrah, membiarkan apa pun yang dilakukan oleh teman suamiku itu. Kenapa aku jadi begini? Apakah karena ketampanan Kukuh itu yang meluluhkan hati dan pendirianku? Tapi bukankah semasa aku masih di jakarta pun banyak lelaki tampan yang berusaha menggodaku dan selalu kutepiskan? Bahkan aku masih ingat benar, pada waktu aku masih bekerja di jakarta, ada seorang lelaki bule berusaha menggodaku. Tapi aku selalu menghindarinya, meski aku tahu bahwa ia lelaki bule yang tampan bahkan mirip tampang artis Hollywood, toh aku tak tergoda sedikit pun. Karena aku sudah berjanji di dalam hati untuk tetap setia kepada Bang Deni yang sudah memiliki lahir-batinku.
Tapi kenapa di dalam pelukan, celucupan dan elusan Kukuh ini hatiku benar-benar luluh dibuatnya? Apakah semuanya ini kubiarkan karena Bang Deni sendiri yang menghendakinya? Ataukah karena hasrat birahiku sudah benar-benar membelenggu batinku, sehingga aku biarkan semuanya itu terjadi tanpa perlawanan sedikit pun? Aku tidak tahu di mana suamiku saat itu. Mungkin benar kata Kukuh, bahwa suamiku sengaja memberikan keleluasaan pada kami, sehingga berlama-lama ia menghilang dari pandanganku. Tapi jelas aku sudah tak punya daya untuk menolak apa pun yang dilakukan oleh Kukuh. Bahkan ketika aku direbahkan di atas sofa, setelah tali kimonoku dilepaskan, aku hanya bisa memejamkan mataku sambil membiarkan Kukuh menciumi kemaluanku.
Jujur…ini sangat menggetarkan. Padahal suamiku juga sering melakukan hal itu. Tapi kenapa ketika Kukuh menjilati kemaluanku, desir-desir birahiku semakin menggila dan ingin…ingin sekali agar ia mulai menyetubuhiku saja? Kenapa aku jadi begini? Aku berkali-kali harus menahan napas dalam arus nikmat yang luar biasa ini. Sehingga terasa kemaluanku sudah mulai basah. Oh…aku ingin…ingin sekali agar Kukuh menyembulkan penisnya, lalu memasukkannya ke dalam lubang kemaluanku ! Gila ! Baru sekali ini hasrat birahiku sebinal ini. Dan Kukuh memang sudah menanggalkan kemeja putih dan celana hitamnya, juga celana dalamnya !
Aku semakin degdegan menyaksikan batang kemaluan Kukuh yang tampak sudah ngaceng sekali itu. Tapi degdeganku kali ini bercampur dengan hasrat yang menggila. Hasrat agar secepatnya ia membenamkan batang kemaluannya ke dalam liang kewanitaanku yang sudah basah ini. Pada saat itulah suamiku muncul sambil memegang sebotol minuman dan dua gelas kecil. Aku menatap suamiku tanpa kata-kata. Tatapanku bertujuan minta ijin untuk membiarkan temannya menyetubuhiku. Ternyata suamiku malah mengacungkan jempolnya sambil tersenyum dan mengangguk-angguk.
Lalu ia duduk sambil menikmati minumannya. Pada saat yang sama, kurasakan batang kemaluan lelaki tampan itu mulai membenam ke dalam liang kemaluanku. Oooh….batang kemaluan lelaki bernama Kukuh itu sudah melesak masuk ke dalam liang kemaluanku ! Dan gilanya….ini nikmat sekali ! Terlebih setelah ia mengayun batang kemaluannya sambil menghimpitku, membuatku menggeliat- geliat dalam nikmat yang aneh dan sulit melukiskannya. Soalnya ini pertama kalinya aku disetubuhi oleh lelaki lain di depan mata suamiku sendiri !
Tapi ketika kulirik, suamiku malah asyik mempermainkan gelas minumannya. Lalu meneguk isi gelas itu. Dan melangkah ke arah kamar mandi. Seolah-olah tidak terjadi sesuatu yang luar biasa pada diriku. Lama sekali suamiku berada di dalam kamar mandi, entah apa yang dilakukannya di sana. Tapi yang jelas aku jadi leluasa menikmati enaknya entotan teman suamiku yang tampan itu. Sehingga aku pun tak ragu lagi mendekap pinggangnya. Bahkan aku pun mulai menggoyang-goyangkan pinggulku, untuk mengimbangi ayunan batang kemaluan Kukuh di dalam liang senggamaku. Makin lama ayunan penis Kukuh makin membuatku serasa melayang-layang saking nikmatnya.
Sehingga terkadang aku memeluk lehernya erat-erat. Dan terkadang aku melumat bibirnya dengan binalnya. Kukuh pun tak hanya mengentot kemaluanku. Sesekali mulutnya menjilati leherku, telingaku, pentil payudaraku…bahkan sesekali menjilati ketiakku. Sehingga aku sering menggeliat lalu terkejang-kejang dalam geli-geli nikmat yang luar biasa. Tak ayal lagi aku pun membisiki telinga Kukuh dalam keadaan lepas kontrol,
“Bang Kukuh…oooh…ini enak banget Bang…” Tanpa sadar aku telah memeluk leher Kukuh erat-erat, sementara pinggulku seolah reflex bergoyang dan bergoyang dalam nikmat yang luar biasa.
Oh Deniku sayang, maafkan istrimu ini, ampuni aku…karena aku mulai benar- benar menikmati semuanya ini. Mulai merasakan nikmatnya gesekan demi gesekan batang kemaluan Kukuh dengan dinding liang kemaluanku ini. Sehingga aku jadi lupa daratan…jadi lupa segalanya. Cukup lama hal itu terjadi. Bahwa makin lama genjotan penis lelaki itu makin mantap, maju mundur terus di dalam jepitan liang kemaluanku. Membuatku semakin lupa daratan. Terlebih ketika aku mau mencapai puncak orgasmeku, ooh…ini membuatku merintih dan meraung-raung histeris dalam nikmat yang luar biasa.
“Baaaang…ooooh….Baaang….aku…aku udah mau lepas Baaaang…” Sebagai jawaban, lelaki bernama Kukuh itu mempercepat enjotan batang kemaluannya.
Kusambut dengan pelukan yang erat…eraaaat sekali ! Sekujur tubuhku menjadi kejang saking nikmatnya. Lalu…ooooh….terasa liang kemaluanku seperti ambrol sambil mengeluarkan lendir kenikmatanku. Dan nikmatnya aduhai…sulit kulukiskan dengan kata-kata. 
***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016 

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online